Perdagangan Perdana, Harga TAMU Langusng Melesat 70%

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 10 Mei 2017 - 10:34 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga saham PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini langsung melesat 70%, atau sebesar Rp77 menjadi Rp187 per saham dibandingkan harga yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) sebesar Rp110 per saham.

TAMU secara resmi menjadi emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ke-541 setelah menawarkan 750 juta saham kepada publik seharga Rp110 per saham melalui mekanisme PUPS. Dalam PUPS tersebut, perseroan meraih tambahan modal sekitar Rp82,50 miliar. Sebelumnya, perseroan berharap dapat memperoleh tambahan modal antara Rp105-170 miliar.

Adapun penjamin pelaksana emisi efek pada PUPS Pelayaran Tamarin Samudra adalah PT Investindo Nusantara Sekuritas dan PT Sinarmas Sekuritas. Sedangkan penjamin emisi efek adalah ‎PT Minna Padi Investama Sekuritas‎, PT Panca Global Securities, PT Philip Sekuritas Indonesia, dan PT Profindo Sekuritas Indonesia.

Setelah dikurangi biaya emisi, dana hasil PUPS tersebut akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja, seperti pembiayaan cadangan peralatan dan perlengkapan kapal.

PT Pelayaran Tamarin Samudra didirikan pada 1998 dimana kegiatan usaha perseroan bergerak di bidang jasa penyewaan kapal penunjang kegiatan lepas pantai bagi industri minyak dan gas bumi. Saat ini perseroan memiliki dan mengoperasikan lima armada penunjang kegiatan lepas pantai atauoffshore support vessel (OSV) dengan berbagai tipe dan fungsi. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →