KedaiKOPI, Catat Ya! Efek Relaksasi PPnBM: Penjualan Mobil Melonjak Drastis, Begini Datanya...

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 13 Maret 2021 - 17:23 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kebijakan penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor, mulai membuahkan hasil dengan meningkatnya pesanan yang dialami oleh sejumlah prinsipal di dalam negeri.

“Sejak dikeluarkannya kebijakan ini beberapa hari lalu, perusahaan otomotif melaporkan peningkatan penjualan,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri saat dihubungi redaksi INDUSTRY.co.id, Sabtu (13/3).

Menurut Febri hasil tersebut berbanding jauh dari hasil lembaga Survei KedaiKOPI yang dirilis beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dijelaskan Febri, untuk mengukur dampak relaksasi PPnBM terhadap pembelian masyarakat, sebaiknya menggunakan data penjualan atau melakukan survei terhadap pembeli mobil sejak Maret 2021.

Pasalnya, beberapa perusahaan ATPM melaporkan peningkatan penjualan yang cukup tajam sejak kebijakan ini bergulir. 

“Kemenperin mendukung agar industri otomotif serta para distributor kendaraan dapat melakukan fungsi imbauan, controlling, serta supervisi kepada diler, agar penurunan harga kendaraan dapat sesuai dengan harapan dan memenuhi permintaan konsumen sebaik mungkin,” pungkas Febri.

Klaim kemenperin tersebut diamini oleh Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy. 

Anton mengatakan, penjualan mobil Toyota yang mendapatkan insentif PPnBM mengalami peningkatan signifikan. 

Hal ini sebutnya, terlihat dari total surat pembelian kendaraan (SPK) yang dikeluarkan.

“Dari data 1-8 Maret 2021, untuk Avanza, Sienta, Rush dan Yaris, SPK-nya naik sekitar 94-155% kalau dibandingkan dengan SPK bulan Februari di tanggal yang sama,” ungkap Anton.

Sementara untuk Vios, yang mendapatkan diskon terbesar hingga Rp65 juta imbas dari insentif ini, penjualannya naik lebih besar lagi.

Bahkan, Anton mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta pabrik untuk meningkatkan produksinya. 

“Sekarang kami sedang memonitor kondisi stok, karena tidak mudah juga pabrik menambah produksi dalam waktu singkat,” ujarnya.

Namun tak hanya Toyota, peningkatan SPK juga terjadi pada penjualan mobil Honda. 

Business Innovation and Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy mengungkapkan kenaikan penjualan sekitar 40-50% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.

“Khususnya untuk model yang mendapatkan insentif pajak, peningkatan naik lebih dari 60% dibanding seminggu pertama bulan Februari lalu, growth tertinggi ada di HRV 1,5 liter,” tuturnya.

Billy mengatakan animo masyarakat sangat baik dalam memanfaatkan relaksasi pajak dari pemerintah.

“Kami akan terus mengamati perkembangan permintaan mobil ke depannya untuk memenuhi supply dengan demand yang ada,” imbuhnya.

Senada dengam Toyota dan Honda, Daihatsu juga mencatatkan kenaikan SPK terjadi dalam seminggu saat berlakunya insentif pajak pembelian mobil baru tersebut. 

Tidak hanya pada model-model yang mendapatkan insentif ini, tetapi juga model yang tidak mendapatkan insentif.

Untuk model yang mendapatkan insentif seperti Xenia, Terios, Luxio, dan Gran Max MB, SPK-nya melonjak sekitar 40%.

Sedangkan model-model lainnya seperti Ayla, Sigra, Sirion, Gran Max PU, Gran Max Blindvan penjualannya naik sekitar 20%.

“Untuk stok model yang mendapat insentif PPnBM khususnya di bulan-bulan periode relaksasi tersebut tentunya akan kami atur seoptimal mungkin agar seimbang antara demand dan supply yang ada,” kata Hendrayadi, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation.

Nama ATPM berikutnya yang juga mengalami peningkatan SPK ialah PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales (MMKSI).

Menurut Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division MMKSI, peningkatan jumlah pesanan melonjak setelah insentif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) diterapkan mulai Senin (1/3) lalu.

Menurutnya, tercatat ada dua produk Mitsubishi yang mendapatkan Insentif PPnBM, yaitu Xpander dan Xpander Cross.

“Jumlah SPK minggu pertama Maret 2021 terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk Xpander, jika dibandingkan periode yang sama di Februari 2021,” kata Irwan.

Tak berhenti di Mitsubishi, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengklaim selama empat hari berlakunya relaksasi PPnBM, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen dibanding periode yang sama bulan Februari 2021. 

"Sejauh ini dari data yang kami pantau, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen," kata Donny Ismi Saputra, 4W Marketing Director PT SIS.

Donny mengatakan bahwa Suzuki memiliki dua model yang mendapatkan relaksasi PPnBM nol persen. Kedua model itu adalah Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7. 

"Kami memperkirakan kenaikan penjualan untuk kedua model itu sekitar 20 persen. Tetapi bisa saja terus berkembang," pungkasnya.

Asal tau saja, sebelumnya, Lembaga Survei KedaiKOPI merilis sebuah hasil survei yang mengejutkan karena tidak sesuai data dilapangan, dimana dari 800 responden yang disurvei, 99,2% diantaranya menyatakan tidak akan membeli mobil baru dalam masa relaksasi PPnBM ini.

Meskipun sebanyak 74,9 persen responden menyatakan kebijakan Relaksasi PPnBM ini sudah adil. 

"Publik melihat bahwa ini sebuah kebijakan yang adil sebagai upaya mendukung geliat industri otomotif, namun di satu sisi, karena pandemi pula publik cenderung menahan diri untuk mengeluarkan uang mereka untuk membeli mobil baru meski ada kebijakan Relaksasi PPnBM ini,” ucap Direktur Lembaga Survei KedaiKOPI, Latifani Halim, dalam diskusi virtual, Jumat (12/3/2021).