Total Dana Kelolaan Mandiri Investasi Ditargekan Rp73 Triliun pada 2021
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Manajemen PT Mandiri Manajemen Investasi menargetkan total dana kelolaan sebesar Rp73 trikiun pada 2021. Targket kelolaan dana sebesar itu sangat mungkin dicapai karena Mandiri Investasi telah menyediakan beragam produk investasi agar para investor tetap dapat berinvestasi secara optimal pada 2021 ini. Di samping itu, langkah tersebut bertujuan untuk mempertahankan posisi Perseroan sebagai market leader di industri reksa dana nasional dan mengantisipasi kebangkitan investor retail di tengah pandemi Covid-19.
Alvin Pattisahusiwa, Direktur Utama Mandiri Investasi, mengemukakan, Mandiri Investasi telah menyiapkan berbagai produk reksa dana untuk menyambut bangkitnya investor retail di tengah pandemi Covid-19 ini. Salah satunya adalah Reksa Dana Mandiri Investa Pasar Uang 2 (MIPU2). Ini merupakan produk Reksa Dana yang memiliki fitur pencairan di hari yang sama (same-day settlement atau ‘T+0’).
“Reksa dana MIPU 2 ini cocok dengan karakter investor retail yang ingin mulai berinvestasi di produk reksa dana yang paling konservatif atau berisiko sangat rendah dan likuid. Para investor sudah dapat memiliki reksa dana ini dengan nominal hanya Rp10.000,” ujar Alvin dalam dalam konferesi pes webinar yang bertemakan Establishing Our Sovereignty: To The Next Frontier in Investment di Jakarta, Rabu (10/03/2021).
Alvin menuturkan, Mandiri Investasi juga menghadirkan produk reksa dana yang yang telah di-revamp dengan tema global disruption, yakni Reksa Dana Mandiri Global Sharia Equity Dollar (MGSED). Dana yang terkumpul dari reksa dana MGSED ini diinvestasikan pada portofolio Efek Syariah Luar Negeri termasuk berinvestasi pada saham-saham teknologi di level global.
Lebih lanjut, Alvin mengungkapkan, Mandiri Investasi juga memiliki berbagai produk yang mendukung Sovereign Wealth Fund. Produk-produk investasi tersebut merupakan produk-produk investasi alternatif, yaitu KIK EBA, KIK DINFRA, dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).
“Tahun ini, kami juga berencana menerbitkan produk investasi alternatif yang inovatif lainnya, yaitu DINFRA, atau Dana Investsi Infrastruktur yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif,” imbuh Alvin.
Hingga akhir 2020, Mandiri Investasi berhasil meraih Asset Under Management (AUM) reksa dana sebesar Rp49,3 Triliun. Adapun total dana kelolaan, termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), Produk Investasi Alternatif, Pengelolaan Dana Nasabah Individu, serta AUM dari Mandiri Investment Management Singapore (MIMS) hingga akhir 2020 membukukan total dana kelolaan Rp67,6 Triliun. (Abraham Sihombing)