Ketua DPR Puan Maharani: Realisasi APBN Harus Dirasakan Manfaatnya bagi Rakyat

Oleh : Candra Mata | Kamis, 11 Februari 2021 - 23:32 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dalam merealisasikan APBN Tahun Anggaran 2021, Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mengimbau pemerintah agar lebih efektif dan dapat dirasakan manfaatnya bagi rakyat.

Pasalnya, pandemi Covid-19 yang telah hadir sejak Maret tahun lalu masih menghantui Indonesia, sehingga memengaruhi seluruh aktivitas masyarakat hingga kini. 

“DPR melalui Alat Kelengkapan Dewan difokuskan pada evaluasi capaian kinerja anggaran kementerian/ lembaga tahun 2020 dan Rencana Pelaksanaan Program Prioritas Tahun 2021. DPR dapat memahami capaian realisasi anggaran kementerian/lembaga Tahun Anggaran 2020 yang sangat dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 dan dampaknya,” papar Puan saat menyampaikan Pidato Penutupan Masa Persidangan III, Tahun Sidang 2020-2021 pada Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan refocusing dan penghematan untuk memenuhi kebutuhan APBN dalam penanganan vaksin. Di mana anggaran vaksin sendiri saat ini ditaksir mencapai Rp70 triliun. 

Selain itu, refocusing dan penghematan juga dilakukan guna mengakselerasi pemulihan sosial dan ekonomi nasional dengan melanjutkan program prioritas nasional serta pemulihan pertumbuhan ekonomi nasional.

“DPR juga terus mendukung langkah-langkah yang diambil Pemerintah dalam melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang masih menjadi prioritas pada tahun anggaran 2021 ini,” tutup politisi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini dalam pidatonya. 

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →