Erick Thohir Buka-bukaan Ada 4 Perusahaan BUMN dalam Kondisi Ngos-ngosan

Oleh : Ridwan | Jumat, 05 Februari 2021 - 08:05 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Empat dari 28 perusahaan milik negara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang dalam kondisi yang tidak baik.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam acara perkenalan PT Bank Syariah Indonesia Tbk di BEI (4/2/2021), kemarin.

"Ada 28 perusahaan BUMN yang sudah listring, 4 diantaranya saat ini terengah-engah. Kita akan segera perbaiki," kata Erick Thohir.

Erick berharap semua perusahaan milik negara yang telah menjadi emiten di pasar modal dapat terus bersaing dan menjaga keberlanjutan bisnisnya.

"Jangan hanya sekadar listing, tetapi kuncinya tadi bersaing dan sustainability-nya, termasuk Bank Syariah Indonesia," ucapnya.

Menurutnya, PT Bank Syariah Indonesia Tbk harus mampu bersaing dengan bank konvensional swasta lainnya, baik dalam negeri maupun luar negeri

"Jangan kita menambah bank lagi di BUMN, tetapi strateginya, komitmennya tidak jelas," ucapnya.

Erick menambahkan, BSI harus memastikan dapat memberikan keberpihakan dan kesetaraan pada semua pangsa pasar bahwa industri keuangan syariah bisa dipercaya dan sesuai dengan roadmap BUMN.

"Kita mengharapkan juga ada BUMN yang go global. Tidak mengakuisisi (saja), tapi juga persaingan di skala global," tutup Erick.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →