Luar Biasa! Diam-diam Tiga Perusahaan Asing Pesan Lahan Ratusan Hektar di Kawasan Industri Terpadu Batang

Oleh : Ridwan | Kamis, 04 Februari 2021 - 08:15 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan ada tiha perusahaan asing yang telah memesan lahan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

"Ya benar, ada tiga perusahaan asing yang telah pesan lahan di KITB," kata Bahlil dalam video virtual (3/2/2021).

Adapun ketiga perusahaan asing tersebut antara lain, pertama, perusahaan kimia asal Korea Selatan, LG Chem Ltd 90 hektare. Kedua, produsen kaca Korea Selatan, KCC GLASS Corporation 40 hektare.

Selanjutnya ketiga, produsen pipa plastik Belanda, Wavin B.V 20 hektare.

"Kawasan industri di Batang ini temanya begini, investor baik dari dalam maupun luar negeri silakan bawa modal, silakan bawa teknologi, biarlah tanah yang ada di kawasan industri pemerintah yang memberikan 5 tahun pertama gratis, seluruh perizinannya BKPM yang urus supaya tidak ada lagi kesan bahwa kita mempersulit," terangnya.

BKPM mencatat realisasi investasi pada 2020 Mencapai Rp826 triliun atau 101,1% dari target realisasi investasi sebesar Rp817 triliun, usai dilakukan revisi dari target awal Rp886 triliun karena adanya pandemi Covid-19.

Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, baru pada 2020 realisasi investasi di Jawa dan luar Pulau Jawa mulai berimbang, di mana investasi di Pulau Jawa mencapai Rp417,5 triliun dengan 54.994 proyek, sedangkan di Jawa mencapai Rp408,8 triliun dengan 93.355 proyek.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →