Duh Ini Daftar BUMN Terlilit Utang, Wakil Menteri BUMN Singgung Garuda hingga Waskita Karya

Oleh : kormen barus | Selasa, 02 Februari 2021 - 10:59 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkap jumlah utang perusahaan pelat merah mencapai Rp1.682 triliun pada periode Januari-September 2020. Jumlahnya melesat dari tahun-tahun sebelumnya, yakni Rp1.251,7 triliun pada 2018 dan Rp1.393 triliun pada 2019.

Tiko, sapaan akrabnya, mengatakan penyebab tingginya utang BUMN karena penugasan pembangunan infrastruktur. Selain itu, juga dikarenakan tekanan pandemi corona atau covid-19.

"Covid-19 memang secara signifikan memengaruhi seluruh perusahaan tak kecuali BUMN, pertumbuhan utang BUMN selama 5 tahun terakhir," ucap Tiko di acara BRI Group Economic Forum 2021, dikutip Selasa (2/2), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Pandemi, katanya, memberi dampak penurunan konsumsi, sehingga menurunkan pendapatan para perusahaan negara.

"Kalau kita lihat growth revenue di mana yang paling berdampak sektor energi, di mana konsumsi dari pada BBM dan listrik selama 9 bulan lalu, karena covid ini membuat demand (permintaan) dan pembelian energi menurun drastis," imbuhnya.

Lantas, siapa saja BUMN yang terlilit utang?

Sebelumnya, Tiko mengatakan pemerintah sudah memetakan beberapa BUMN yang memiliki utang dan akan direstrukturisasi. Mereka adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, serta Perum Perumnas.

"Kami akan fokus ke BUMN yang terdampak signifikan dari sisi keuangan, kita tahu BUMN seperti Garuda, Waskita, Perumnas, terdampak dan di tahun ini berupaya maksimal melakukan restrukturisasi dengan perbankan," kata Tiko.

Restrukturisasi utang akan dilakukan pada tahun ini. Harapannya, restrukturisasi ini bisa segera memberi hasil.

"Agar secara keuangan bisa beroperasi lebih baik di 2021," jelasnya.

Selain tiga BUMN itu, Tiko juga menyiratkan ada beberapa perusahaan pelat merah yang kondisi keuangannya tengah menantang, yaitu PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT KAI (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan PT Angkasa Pura (Persero).

"Semua alhamdulillah berjalan optimal meski secara keuangan memang menantang, tapi layanan publik dan penerapan protokol kesehatan di seluruh aset kami mulai dari pelabuhan, airport, dan stasiun semuanya alhamdulillah berjalan dengan baik dan tetap mendukung aktivitas masyarakat," tandasnya.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →