Terbaru! Moeldoko Jawab Tudingan Kudeta AHY: Jangan Dikit-dikit Istana, Jangan Ganggu Jokowi! Jangan Baperan...

Oleh : Candra Mata | Senin, 01 Februari 2021 - 21:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko angkat suara terkait tudingan dirinya akan mengambil alih Partai Demokrat. Moeldoko sendiri tak menampik bila dirinya mencintai Demokrat.

Namun demikian dirinya meminta agar pengurus partai Demokrat untuk tidak menyinggung Istana, apalagi menyeret Jokowi dalam isu gerakan kudeta ini.

"Dalam hal ini, saya mengingatkan sekali lagi jangan dikit-dikit Istana dan jangan ganggu Pak Jokowi karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali, enggak tahu apa-apa dalam hal ini, dalam isu ini," tegasnya menjawab isu kudeta kepada awak media di Jakarta, Senin (1/2/2021).

"Jadi itu urusan saya, Moeldoko ini. Bukan juga selaku KSP," sambungnya.

Pada kesempatan tersebut, Moeldoko juga meminta agar pemimpin partai Demokrat tidak mudah terbawa perasaan alias baper.

"Jadi seorang pemimpin harus kuat, jangan mudah baperan, jangan mudah terombang ambing," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan ada pihak di lingkaran dekat Presiden Jokowi yang hendak mengambil paksa partainya lewat jalur Kongres Luar Biasa (KLB).

"Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo," kata AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Senin siang (1/2/2021).

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →