Kabar Baik untuk Dunia Industri! Teknologi Analitik SAS Bantu Kurangi Sebaran Covid di Lingkungan Manufaktur

Oleh : kormen barus | Kamis, 28 Januari 2021 - 17:14 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Solusi analitis bermanfaat bagi semua industri dan organisasi dengan ukuran dan struktur apa pun. Pekerjaan yang didorong oleh data akan menjadi masa depan. Organisasi harus memperlakukan analitik sebagai aset strategis yang penting, termasuk meminimalkan sebaran pandemi Covid 19.

Menurut Managing Director perusahaan analitik global SAS untuk Indonesia, Febrianto Siboro, pemerintah di beberapa negara telah menggunakan analisis data untuk melacak dan memprediksi penyebaran virus korona sehingga mereka memiliki informasi paling akurat untuk menentukan keputusan penting bagi keamanan publik.

“Misalnya, di India, SAS bekerja dengan pemerintah negara bagian Odisha untuk mengembangkan model analitik yang memprediksi periode puncak pandemi untuk infeksi dan kematian di tingkat distrik, dan memperkirakan hotspot Covid-19 dan lokasi untuk area penahanan agar tidak tersebar luas. Ini digunakan untuk memperkirakan kapasitas tempat tidur karantina dan infrastruktur unit perawatan intensif dengan mempertimbangkan juga jumlah populasi warga pendatang,” tuturnya saat dihubungi di Jakarta (28/1).

Selain itu, tambahnya, SAS juga bekerja sama dengan Pusat Medis Filipina Selatan untuk mengembangkan dasbor analitik visual untuk mengoptimalan sumber daya yang ada terutama kapasitas tempat tidur rumah sakit. Teknologi visualisasi data ini pun bisa diterapkan juga dalam industri manufaktur untuk menekan sebaran Covid 19 di lingkungan kerja.

“Para pimpinan industri menghadapi keadaan yang terus yang berubah drastis selama pandemi, yang dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan karyawan mereka, dan di sisi lain harus mampu mengelola kebutuhan yang terus berlangsung sambil tetap mempertahankan produktivitas dan meminimalkan risiko. Mereka harus bisa memahami sumber data baru yang relevan seperti informasi tentang penyebaran pandemi, pembatasan karantina untuk personel, dan pembatasan transportasi untuk pergerakan barang. Sebagian besar pelaku industri memiliki keterbatasan untuk mengintegrasikan data baru dengan data yang sudah dimiliki, di samping infrastruktur analitik yang saat ini mereka gunakan tidak dirancang untuk beradaptasi dengan kondisi seperti ini.”

Salah satu perusahaan skala besar yang menggunakan SAS untuk mengurangi resiko sebaran pandemi di lingkungan kerjasanya adalah Hanesbrands Inc. Merek pakaian ini menggunakan analisis SAS untuk membangun ketahanan dalam rantai pasokannya sehingga bisa beradaptasi dan memperbaiki peralatan dengan cepat guna memenuhi kebutuhan pelanggan dan konsumen di masa pandemi.

“Apakah pelaku industri menemukan masalah pada perencanaan atau penjadwalan, kapasitas teknologi SAS dapat membantu memperluas kekuatan sistem yang sudah ada dalam mengurangi ketidakpastian dan mengelola resiko.  Dan hal ini dapat meningkatkan produktifitas serta bisa menjawab tantangan seperti pengurangan jumlah karyawan pada shift tertentu agar terjaga jarak aman, dan mencegah persilangan karyawan antar lini,” kata Febrianto lagi.

Diakuinya, tantangan utama khususnya selama pandemi ini adalah bagaimana meningkatkan kesadaran di antara para pelaku industri tentang betapa pentingnya analisis data.

“Dalam lingkup digital seperti saat ini, penggunaan data sangat penting untuk analitik secara real time dan otomatisasi aktivitas dalam operasional. Tingkat kebutuhan mungkin berbeda dari satu industri ke industri lain, namun analisis data membantu industri untuk memanfaatkan data mereka sehingga pada gilirannya bisa mengarah pada pergerakan bisnis yang lebih cerdas, operasi yang lebih efisien, keuntungan yang lebih tinggi, dan pelanggan yang lebih senang.”

Dalam melakukan pendekatan, SAS menyediakan perangkat lunak dan layanan untuk membantu pelaku industri membuat rencana untuk pasokan (supply), alokasi dan pengoptimalan lini. Pasokan adalah tempat untuk membeli bahan mentah, alokasi adalah bagaimana mengatasi kendala jika pasokan terbatas, sedangkan pengoptimalan lini tentang apa yang akan diproduksi, di lini mana, di urutan ke berapa dengan anggota tim yang mana.

“Tidak ada keraguan tentang pentingnya analisis data. Ini bukan hanya cara masa depan, tetapi ini adalah cara hari ini. Setelah diadopsi di semua jenis industri, kami sekarang menemukan bahwa analitik juga digunakan di mana-mana mulai dari perencanaan rute penerbangan hingga analisis pemeliharaan prediktif di pabrik manufaktur. Bahkan industri seperti ritel menggunakan analitik untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan menyesuaikan penawaran unik,” tutup Febrianto.

SAS telah meluncurkan SAS Viya 4.0 yang akan menambah peta persaingan platform analitik.  Dengan teknologi baru dan tercanggih yang berjalan secara native di platform Cloud, SAS Viya 4.0 akan memberikan lebih banyak manfaat bagi klien SAS dengan fitur yang kuat dan kaya yang didorong oleh algoritma pemodelan analitik paling canggih.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →