Luar Biasa! Investasi Jabar Bikin Merinding, Ridwan Kamil Sukses Skakmat Anies dan Ganjar

Oleh : Ridwan | Rabu, 27 Januari 2021 - 08:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Jawa Barat (Jabar)  mencatat total investasi sebesar Rp120,4 triliun pada 2020 lalu. Provinsi ini menjadi penyumbang investasi terbesar di Indonesia. Angka tersebut setara dengan 14,6 persen secara nasional.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan ada dua alasan utama mengapa investor berinvestasi ke daerahnya.

Dijelaskan Ridwan Kamil, alasan utama yang melatarbelakangi investor memilih Jawa Barat sebagai tempat investasi adalah infrastruktur di wilayah ini lebih baik dari daerah lainnya.

"Saya melakukan beberapa survei ke investor hasilnya dari banyak alasan, dua alasan utama kenapa mereka senang (investasi) ke Jawa Barat itu adalah satu karena punya infrastruktur yang dianggap lebih baik dibanding wilayah lain," kata pria yang kerap disapa Kang Emil dalam acara webinar 'Akselerasi Pemulihan Ekonomi' (26/1/2021).

"Termasuk, kata Ridwan, dengan hadirnya Pelabuhan Patimban," tambahnya.

Bahkan, Emil meengungkapkan bahwa duta besar dari berbagai negara telah menghubunginya untuk mengajukan kerja sama dalam pembangunan 13 kota industri di kawasan Patimban.

"Itu viralnya ke seluruh dunia. Saya (dapat) banyak pertanyaan dari duta besar karena ingin kerja sama. Karena di Patimban berada di metropolitan Rebana sebuah kawasan baru di mana akan ada 13 kota industri baru yang akan kami konsepkan. Di mana kota industri itu konsepnya harus life, work and play. Jadi bukan hanya kumpulan pabrik. Tapi menjadi pusat peradaban manusia," papar Emil.

Saat ini, katanya, Jawa Barat mempunyai tiga kota metropolitan. Pertama Bodebek bergabung dengan Jabodetabek. Kedua Bandung Raya, dan ketiganya adalah Rebana dengan 13 kota industri baru.

Selanjutnya, alasan kedua dari investor selain infrastruktur, kata Ridwan adalah tingkat produktivitas buruh atau masyarakat Jawa Barat. Berdasarkan survei yang dilakukannya, penduduk Jabar dianggap paling produktif se-Indonesia.

Lebih lanjut, Emil berujar, para investor mengaku isu upah itu tidak selalu jadi isu nomor satu tetapi juga produktivitas. Bahkan, katanya, ada investor yang pernah pindah dari Jabar, namun kembali karena produktivitas di daerah lain tak sebagus dari Jawa Barat.

"Dua hal ini yang kami jaga untuk investasi tetap maksimal dan kami berharap tambahan beberapa infrastruktur beberapa ruas jalan tol termasuk kereta api cepat mudah-mudahan dua tahun sudah selesai," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →