Perdagangan Perdana, Harga CLEO Dibuka Naik 43,5%

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 05 Mei 2017 - 09:09 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (05/05/17), harga saham PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) dibuka sebesar Rp165 per unit, atau lebih tinggi 43,5% dibandingkan harga perdana yang ditawarkan pada Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) sebesar Rp115 per unit. CLEO ditransaksikan pada kisaran harga Rp115-194per unit di sesi pembukaan perdagangan perdana pagi ini. Total volume perdagangannya sebanyak 64.000 lot bernilai total Rp1 miliar.

“Pada PUPS ini, kami menawarkan saham ke publik sebanyak 450 juta unit. Dalam PUPS ini, kami memperoleh modal tambahan sebesar Rp51,75 miliar. Kami optimis, modal tambahan ini dapat mendorong pertumbuhan kinerja kami yang berbisnis di bidang air minum dalam kemasan (AMDK),” papar Belinda Natalia, Direktur Utama CLEO, dalam kata sambutan pada acara perdagangan perdana dan pencatatan saham di gedung BEI, Jakarta, Jumat (05/05/2017).

Pada kesempatan yang sama, Lukas Setio Wongso, Direktur Keuangan CLEO, mengemukakan, sekitar 95% dari modal tambahan yang diperoleh pada PUPS ini akan digunakan untuk membiayai pengembangan usaha. Sisanya sekitar 5% akan digunakan untuk membiayai modal kerja. Pada PUPS ini, perseroan telah menunjuk PT Lautandhana Securindo sebagai penjamin pelaksana emisi.

Sementara itu, Effendi A. Irawan, Direktur PT Lautandhana Securindo, menjelaskan, pada masa PUPS, saham PT Sariguna Primatirta Tbk yang ditawarkan kepada publik mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,95 kali dari total seluruh saham yang ditawarkan.

Saat ini, perseroan memiliki 19 pabrik dan 48 jaringan distribusi. Perseroan akan terus mengembangkan pasarnya karena didukung oleh penambahan jaringan distribusi serta terus melakukan inovasi produk secara berkesinambungan. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →