Presiden University Tuan Rumah Konferensi Internasional ICFBE di Bali

Oleh : Hariyanto | Kamis, 04 Mei 2017 - 19:43 WIB

INDUSTRY.co.id - Bali, President University menjadi tuan rumah untuk 26 institusi pendidikan dari 12 negara yang hadir di konferensi internasional pertama yang bertajuk International Conference on Family Business and Entrepreneurship (ICFBE) di Inna Grand Beach Hotel Bali, Sanur pada 3 hingga 5 Mei 2017.

Acara tersebut dihadiri Chairman Jababeka Group dan Founder President University S.D. Darmono,  Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Darmin Nasution,  Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga,  Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO)Haryadi B. Sukamdani,Haryadi B. Sukamdani,  Vice President Sahid Holding International dan Chairman Sahid Jaya Foundation Nugroho Sukamdani, serta para professor dan ahli akademisi di bidang family business dan entrepreneurship (kewirausahaan).

Rektor President University Jony Oktavian Haryanto

“Ini merupakan konferensi internasional pertama yang diadakan oleh President University dan akan menjadi langkah awal untuk konferensi-konferensi internasional yang lebih besar di kemudian hari”, ujar Rektor President University Jony Oktavian Haryanto pada saat pembukaan acara tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, pendiri President University dan juga Chairman Jababeka Group, S.D. Darmono juga turut membagikan pengalaman dan pandangannya terhadap tentang Nepotisme yang sering terjadi dalam Family Business serta betapa pentingnya pelaku usaha (wiraswasta) dalam membangun negara.

Chairman Jababeka Group dan Founder President University S.D. Darmono

“Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam membuat usaha yang baru diperlukan modal yang besar. Dalam hal ini nepotisme menjadi hal sangat penting. Kita memiliki kepercayaan yang kuat pada keluarga dan teman-teman terdekat kita. Ada keamanan yang dihasilkan dari nepotisme, baik bagi bank maupun pasar. Sehingga nepotisme dalam family business harus menjadi poin yang dapat didiskusikan bahkan diperdebatkan”, tutur Darmono.

Menurut Darmono, selalu ada dua sisi dalam segala hal. Ia menjelaskan bahwa KKN dalam segi negatif diartikan sebagai Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Akan tetapi, kita harus terbuka dan paham bahwa ada sisi positif dari KKN, yaitu Koneksi, Komunikasi, dan Networking.

“Seringkali kita merasa takut untuk melakukan sesuatu karena membaca terlalu banyak teori dan hal ini menghasilkan tingkat pengangguran yang tinggi. Masyarakat butuh lebih banyak ruang untuk praktek dan terjun langsung untuk membuat banyak lapangan pekerjaan baru. Maka dari itu, saya menulis sebuah buku berjudul Building a Ship While Sailing yang membahas bagaimana negara ini didirikan dan dibangun serta betapa pentingnya pelaku usaha bagi negara”, tutup Darmono.

Rektor President University, Jony Oktavian Haryanto berharap bahwa konferensi ini tidak hanya menjadi ajang untuk mempresentasikan teori, namun menjadi sarana untuk membangun hubungan dan kolaborasi antar institusi.