Mengerikan! Bos Kadin Sebut 5 Juta Orang Bakal Nganggur Gara-gara Resesi

Oleh : Ridwan | Jumat, 25 September 2020 - 09:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi akan kembali mencatatkan kontraksi alias minus hingga 2,9 persen di kuartal III, sehingga kemungkinan Indonesia masuk ke jurang resesi semakin kuat.

Selama tahun ini, pemerintah memproyeksi ekonomi minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen. Padahal sebelumnya ekonomi diperkirakan masih bisa positif 0,2 persen di tahun ini.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, resesi akan membuat jumlah pengangguran di Indonesia meningkat hingga 5 juta orang.

"Pertumbuhan ekonomi di minus 1,7 persen dan 0,6 persen akan meningkatkan kemiskinan dan pengangguran secara signifikan. Sekarang jumlah pengangguran kurang lebih 7 juta orang, dan akan bertambah lebih dari 5 juta," ujar Rosan dalam webinar ILUNI UI (24/9/2020).

Mengutip data Kementerian Ketenagakerjaan, setiap tahunnya di Indonesia ada tambahan 2,24 juta orang yang membutuhkan lapangan kerja baru.

Selain itu, saat ini ada 8,14 juta orang yang setengah menganggur dan 28,41 juta orang pekerja paruh waktu. Dengan demikian, setidaknya ada 46,3 juta orang yang tidak bekerja secara penuh di tahun ini.

"Atau 33,59 persen, angka ini cukup baru, dan dari data Kemenkeu, akan ada tambahan 4 juta hingga 5 juta pengangguran akibat COVID-19," jelasnya.

Ia pun menyoroti kinerja sektor-sektor industri di Indonesia yang berkontribusi terhadap minusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurut dia, sektor perdagangan dan pengolahan sebagai dua sektor dengan jumlah tenaga kerja yang besar kinerjanya tercatat kontraksi sebesar minus 7,57 persen dan minus 6,19 persen di kuartal II 2020.

Sektor akomodasi dan makanan minuman akan mengalami kontraksi 22,02 persen serta industri transportasi hingga minus 30,84 persen.

"Makanan dan minuman mengalami kontraksi besar, tekanan terhadap tenaga kerja sangat besar, oleh karena itu langkah-langkah ke depan dalam penciptaan lapangan kerja menjadi penting ke depannya," tutup Rosan.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →