Ibu Kota Kembali Dikunci! Ribuan Tukang Cukur Asgar: Daripada Rugi Besar Lagi, Lebih Baik Pulkam

Oleh : Ridwan | Sabtu, 12 September 2020 - 13:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ribuan pelaku usaha bisnis pangkas rambut asal Garut atau Asgar bakal tinggalkan DKI Jakarta selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total di Ibu Kota.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) Irawan saat dihubungi di Jakarta (12/9/20020).

"Ya benar, lebih dari 1.000 orang pelaku bisnis pangkas rambut Asgar di Ibu Kota bakal pulang kampung. Karena otomatis pelanggan berkurang saat PSBB. Ya, saya sedih sih kejadian PSBB diulang kembali," kata Irawan.

Dijelaskan Irawan, PSBB merupakan momok menakutkan bagi pelaku usaha pangkas rambut. Menyusul pendapatan usaha sektor ini bergantung penuh pada kedatangan pelanggan di tempat.

"Secara pribadi dan mewakili komunitas sebenarnya takut juga saat PSBB ini. Pendapatan kita kan bergantung dari pelanggan yang datang," tegasnya.

Ketakutan Irawan dinilai sangat wajar jika merujuk dari pembelajaran PSBB sebelumnya yang terpaksa memangkas jumlah pelanggan hingga lebih dari 90 persen.

Menurutnya, orang lebih memilih di rumah, dan takut untuk keluar rumah. 

"Karena PSBB buat orang lebih memilih di rumah. Jadi, kemarin pelanggan kita hilang sampai 90 persen," ungkap Irawan.

Maka dari itu, mayoritas pelaku usaha pangkas rambut asal Garut ini lebih memilih untuk meninggalkan ibu kota saat PSBB berlangsung. 

"Itung-itung meringankan beban biaya hidup kita di Jakarta yang mahal. Sehingga kita lebih memilih mudik saja," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →