Ssttt...Ternyata Benar Ada Perusahaan BUMN Belum Bayar Gaji Karyawannya! Stafsus Erick Thohir Angkat Bicara

Oleh : Ridwan | Rabu, 09 September 2020 - 05:50 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga membenarkan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI belum membayar gaji sejumlah karyawan selama tujuh bulan terakhir.

Namun Arya mengungkapkan, gaji yang belum dibayarkan itu tidak menimpa seluruh karyawan, melainkan hanya sebagian saja.

"Yang perlu diketahui adalah tidak semua gaji karyawan selama tujuh bulan tidak dibayar, ada yang dibayar sedikit dan sebagainya," ujar Arya di Jakarta (8/9/2020).

Kendati begitu, Arya tidak merinci berapa banyak jumlah karyawan yang gajinya belum dibayar atau sudah dibayar sebagian. Begitu juga dengan durasi tunggakan gaji dari perusahaan.

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena masalah arus kas perusahaan. Salah satunya karena perusahaan pelat merah itu memiliki simpanan di bank yang tidak bisa diambil untuk membantu likuiditas.

"PT INTI punya simpanan cash di dua bank BUMN, nah uang cash ini tidak bisa diambil karena mereka ada tagihan tertentu yang memaksa bank menahan uang cash tersebut," jelasnya.

Namun, lagi-lagi, tidak ada rincian terkait dana perusahaan yang tersimpan di bank itu. Ia hanya menekankan bahwa kementerian dan perusahaan sudah berkomunikasi untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut.

"Kami, kementerian, sudah menyusun dan menyiapkan langkah-langkah cepat menyelesaikan PT INTI. Jadi, sebelum ada ribut-ribut sudah kami selesaikan sebenarnya," tuturnya.

Lebih lanjut, Arya mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi agar perusahaan tersebut bisa membayarkan gaji karyawannya.

"Yang pertama adalah mereka punya proyek di Telkom, inipun sebenarnya belum mencapai target, tapi kita minta supaya Telkom merilisnya lebih dulu supaya kawan-kawan INTI terbantu secara finansial," terangnya.

Selanjutnya, kata Arya, PT Inti akan mencairkan dana mereka yang tersimpan di bank. Namun, sebenarnya pihak bank menahan dana PT Inti itu karena mereka mempunyai tunggakan.

"Untuk itu kami sudah minta juga kedua bank nasional ini BUMN ini untuk merilis juga, untuk memberikan simpanan tersebut supaya bisa membayar. Dan kami lihat dari uang yang mereka miliki ini bisa membayar uang karyawan," kata Arya.

Langkah ketiga, kata Arya, pihaknya telah meminta PT Telkom untuk memberikan proyek untuk PT Inti. Dengan begitu, PT Inti akan mendapatkan dana segar.

"Bagitu kira-kira sambil nanti kita liat juga projek yang lain yang bisa proyeksi lain yang bisa dikembangkan PT INTI," ucap dia.