Sektor Industri Kosmetik Babak Belur Dihantam Pandemi! Mustika Ratu Justru Sukses Cetak Laba dan Terus Lakukan Inovasi Produk
INDUSTRY.co.id, Jakarta-Wabah Virus Corona telah menginfeksi jutaan orang, membuat sektor bisnis di seluruh dunia kehilangan pendapatan. Masifnya penyebaran COVID-19, telah menyebabkan merosotnya pertumbuhan ekonomi hingga lesunya dunia usaha.
Bahkan dengan terpuruknya dunia usaha tersebut, kemudian berdampak pada banyaknya karyawan yang jadi korban PHK atau orang-orang yang kehilangan usaha. Apabila tidak ditangani dengan baik, mereka ini bakal berpotensi menjadi penduduk miskin baru.
Penyebaran COVID-19 juga telah mengancam keberlangsungan pencarian nafkah di sektor kosmetik, jamu, spa, dan sektor kesehatan lainnya.
Di tengah kondisi yang pelit itu, PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) justru berhasil mencatatkan laba bersih per Desember 2019 sebesar Rp 132 Juta atau tumbuh sebesar 106 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mencatatkan kerugian sebesar Rp 2.26 miliar.
Laba tersebut menurut Direktur Keuangan PT Mustika Ratu Tbk (MRAT), Jodi Andrea Suryokusumo, diperoleh dari penjualan bersih sebesar Rp 305.2 miliar. Jumlah tersebut tumbuh 1,55 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan ini masih didorong oleh pertumbuhan penjualan domestik sebesar 1 persen serta pertumbuhan penjualan ekspor sebesar 30 persen. Beban Pokok Penjualan perusahaan berhasil ditekan sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun 2018.
“Kami lakukan banyak melakukan transformasi bisnis dan inovasi produk. Ada usaha yang tutup seperti spa, tapi bersyukur tak ada PHK. Tenaga kerja yang ada tetap dikaryakan,”ujarnnya usai menggelar acara laporan tahunan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2019 dan Public Expose 2020 di Kudus Hall - Hotel Sultan & Residence, Jakarta pada Jumat, tanggal 28 Agustus 2020.
Jodi menjelaskan, upaya yang telah dilakukan Perseroan sepanjang tahun 2019 untuk meningkatkan laba adalah memperluas pasar export ke berbagai manca negara, mengembangkan produk untuk konsumen milenial, melakukan banyak inovasi dari segi kemasan hingga jenis produknya, seperti meluncurkan masker berbahan dasar charcoal, olive dan micellar water insta clean.
Dari segmen penjualan, pendapatan dari penjualan kosmetik masih menjadi kontribusi utama penghasilan perseroan diikuti oleh jamu dan produk lainnya.
“Dalam pengembangan konsumen milenial, MRAT berkolaborasi dengan influencer muda, seperti Wirda Mansur yang membuat produk Wake Up Make Up (WUMU) dan memiliki pengaruh yang cukup besar di kalangan remaja atau kaum milenial.” ujar Jodi.
Dalam paparan public tersebut PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) mencatat laba bersih di semester I 2020 sebesar Rp 1,45 miliar, Laba tersebut diperoleh dari penjualan bersih sebesar Rp 143,09 miliar sepanjang semester I tahun tahun 2020. Terdapat kenaikan penjualan bersih sebesar 3,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya walaupun dalam keadaan pandemi. Pertumbuhan penjualan ini didorong oleh pertumbuhan dari penjualan lini bisnis baru, di Healthcare, produk Sanitizer, Disinfektan dan supplemen kesehatan.
Dalam RUPS tahun 2019 dihadiri oleh Dewan Komisaris PT Mustika Ratu Tbk, yaitu Komisaris (Djoko Ramiadji dan Haryo Tedjo Baskoro), Komisaris Independen (FG. Winarno dan Darodjatun Sanusi) dan Ketua Dewan Penasehat PT Mustika Ratu Tbk, Putri Kus Wisnu Wardani yang kini menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Sementara itu, Dewan Direksi dihadiri oleh Presiden Direktur, Bingar Egidius Situmorang, Direktur (Jodi Andrea Suryokusumo dan Kusuma Ida Anjani).
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham diputuskan beberapa hal seperti menyetujui dan menerima hasil laporan kinerja direksi.
Pemegang saham juga menerima pengunduran diri Putri Kus Wisnu Wardani sebagai Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) karena harus mengabdi kepada Negara sebagai anggota Wantimpres, dan mengangkat Djoko Ramiadji sebagai Presiden Komisaris terhitung sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) didirikan oleh cucu raja Kasunanan Surakarta Paku Buwono X, DR. BRA. Mooryati Soedibyo ini selama puluhan tahun terus berkembang menjadi salah satu perusahaan produsen kosmetik dan jamu ternama di Indonesia.
Perusahaan yang dimulai dari garasi rumah itu menjadi perusahaan terbuka (go public) pada tahun 1995 dengan melakukan penawaran umum perdana dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode MRAT.
Tahun 2000 Mustika Ratu mulai memperluas distribusi produk dan franchise spa sampai ke negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur.
Seiringnya waktu, Mustika Ratu terus melebarkan pasar penjualan dengan merambah negara-negara seperti Malaysia, Brunei, Kanada, Amerika Serikat, Cina, Irak, Selandia Baru, Bulgaria, Afrika dan lainnya.
Produk Mustika Ratu telah diuji oleh studi empiris dan terbukti efektif dalam menjaga kecantikan dan kesehatan kulit. Untuk menghasilkan produk yang aman, seluruh produk Mustika Ratu dibuat dari bahan-bahan pilihan alami Indonesia dan diproduksi dengan standar manufaktur internasional seperti ISO 9001, ISO 4001, GMP serta Sistem Jaminan Halal.