PPRO Akuisisi Lahan 1,5 Ha untuk Bangun 3 Tower Apartemen di Malang

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 20 April 2017 - 10:10 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT PP Properti Tbk (PPRO) mengakuisisi lahan seluas 1,5 hektar di Malang, Jawa Timur. Lahan tersebut nantinya akan digunakan untuk mengembangkan tiga tower apartemen bebas narkoba untuk para mahasiswa. Pelaksaanaan pembangunan apartemen tersebut akan diluncurkan pada Juli 2017 ini.

“Akusisi lahan di Malang adalah strategi kami untuk meningkatkan cadangan lahan (landbank-red). Itu adalah bagian dari strategi jangka panjang kami untuk menopang pertubuhan kinerja perseroan yang berkelanjutan di masa mendatang,” ujar Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO, di Jakarta, Selasa (18/04/2017).

Taufik mengemukakan, lahan yang diakuisisi tersebut terletak di lokasi yang strategis karena berdekatan dengan kampus ternama Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Muhammadiyah dan sejumlah institusi pendidikan lainnya.

“Kami melakukan pengembangan properti di Malang karena itu adalah salah satu kota yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Timur dengan potensi sektor pariwisata yang menggiurkan. Disamping itu, Malang juga dikenal sebagai pusat pendidikan di Pulau Jawa,” papar Taufik.

Akusisi lahan yang dilakukan PPRO di Malang ini akan terus memperkuat kehadiran perseroan di Jawa Timur. Pasalnya, PPRO belum lama ini juga telah mengakuisisi lahan seluas 2,2 hektar di Wiyung, Surabaya, Jawa Timur. Rencananya, lahan tersebut akan digunakna untuk mengembangkan 5 tower apartemen untuk konsumen kelas premium di Surabaya. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →