Per Maret 2017, Bank Permata Berhasil Catatkan Laba Bersih

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 18 April 2017 - 13:01 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Bank Permata Tbk (BNLI) sepanjang Januari-Maret 2017 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp452,60 miliar. Bank yang sebelumnya bernama Bank Bali itu di sepanjang periode yang sama pada 2016 menderita kerugian sebesar Rp376,2 miliar.

Menurut keterangan manajemen BNLI dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/04/2017), keberhasilan BNLI meraih laba pada triwulan pertama tahun ini tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan operasional dan efisiensi yang dijalankan manajemen perseroan sehingga beban operasional dapat ditekan.

Pendapatan operasional BNLI di sepanjang triwulan pertama 2017 meningkat 9,52% menjadi Rp2,3 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp2,1 triliun. Sementara itu, beban operasional per Maret 2017 berhasil diturunkan menjadi tinggal Rp1,7 triliun dibandingkan sebesar Rp2,6 triliun per Maret 2016.

Karena itu, laba sebelum pajak BNLI per Maret 2017 tumbuh 17,33% menjadi Rp595,80 miliar dibandingkan per Maret 2016 sebesar Rp507,80 miliar. Pertumbuhan laba sebelum pajak tersebut mendorong BNLI meraih laba bersih kendati beban pajak penghasilan meningkat menjadi Rp143,1 miliar dari Rp131,5 miliar.

Sementara itu, total aset BNLI di sepanjang triwulan pertama 2017 turun menjadi Rp164,6 triliun dari Rp165,5 triliun. Disamping itu, total kewajibannya juga berkurang menjadi Rp144,9 triliun dari Rp148,2 triliun. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →