Guru Besar UNPAD: Hikmah Covid-19 Membuktikan Banyak Industri Kita yang Kelihatan Bolong
INDUSTRY.co.id, Jakarta - Prof. Ina Primiana, guru besar Fakultas Ekonomi UNPAD, dalam catatan diskusi Core Indonesia, yang diterima redaksi Industry.co.id, mengatakan, kondisi sektor industri pengolahan ikut terpukul akibat PSBB, di mana kapasitas terpasang hanya sebesar 40-55%.
Hal tersebut terjadi karena adanya permintaan APD, dan ada PHK sebanyak 6,4 juta dari 18 juta pekerja. Meski begitu, beberapa sektor masih tumbuh, seperti industri kesehatan, makanan, dan rokok.
Menurutnya, Hikmah Covid-19 membuktikan banyak industri kita yang kelihatan bolong atau kesulitan bahan baku dan penolong ketika terjadi penurunan impor akibat Covid-19.
Karena itu, saat terjadinya de-globalisasi maka menjadi peluang untuk mengembangkan industri manufaktur, antara lain mendorong industri yang tumbuh dan surplus, seperti logam, substitusi impor, pengendalian impor, mengefektifkan instrumen pengamanan perdagangan, seperti Non-Tariff Measures, SNI.
Ina Primiana menegaskan, pemerintah juga perlu mendorong kepastian hukum sehingga iklim investasi kondusif.
"Pemerintah juga perlu memperkuat linkage industri kecil yang 6% ke industri besar menjadi lebih besar 40% seperti di Malaysia. Pemerintah bisa memberi insentif kepada industri yang memiliki TKDN yang tinggi," pungkasnya.