Korban Banjir Bandang Luwu Utara Masih Butuh Bantuan
INDUSTRY.co.id - Luwu Utara -- Kamp kamp pengungsian korban banjir bandang di Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih membutuhkan uluran tangan para dermawan, baik individu maupun korporasi.
Di bawah tenda plastik berwarna biru nampak seorang ibu yang duduk termenung. Ketika relawan dari Yayasan Manusia Indonesia menghampirinya untuk menanyakan kebutuhan apa yang sangat mendesak selama ia menjadi penyintas pasca banjir bandang hebat yang melanda tempatnya bermukim, dengan spontan ia menjawab.
"Apakah ada bantuan untuk anak balita, anak saya umur 2 tahun, sudah beberapa hari ini tak pernah minum susu, kami belum tersentuh bantuan pak," kata Sarira di Sulsel, Selasa (21/7/2020).
Dari bibir seorang ibu bernama Sarira ini, tak henti hentinya berucap syukur 'Alhamdulillah', dengan mata berkaca kaca ketika relawan dari Yayasan Manusia Indonesia mengantarkan bantuan dari donatur berupa popok bayi, selimut, sarung, dan beberapa bungkus biskuit.
"Kondisi saudara saudara kita di Masamba, kini masih memprihatinkan, dan memanggil kita untuk mengulurkan tangan untuk membantu mereka," kata Sekretaris Yayasan Manusia Indonesia Abdillah MS.
Sedikitnya ada sekira 2000 jiwa atau 400 Kepala keluarga yang terpaksa memilih mengungsi di dataran tinggi Desa Meli, Kecamatan Baebunta, atau berjarak sekira 5 kilometer dari Masamba ini.
Berdasarkan hasil asesmen, kata Abdillah, para penyintas korban banjir di Luwu Utara masih sangat membutuhkan bantuan seperti kelambu, selimut di area pengungsian.
"Nyamuk lumayan ganas apalagi dimusim penghujan ini, ancaman malaria sangat nyata bagi para penyintas," kata dia.
Belum pulihnya pasokan aliran listrik di wilayah bencana banjir ini, sehingga penerangan portabel masih sangat dibutuhkan, sebab sebagian besar penyintas masih memakai pelita dengan minyak tanah. Selain itu, sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) di beberapa tenda penyintas, juga tergolong sangat mendesak.