Bioskop di Jakarta Gagal Buka, Anies Baswedan: Kita Tunda Sampai Tren COVID-19 DKI Mulai Membaik

Oleh : Candra Mata | Jumat, 17 Juli 2020 - 10:53 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Masih tingginya penambahan kasus positif Covid-19 membuat Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keputusan untuk menunda pembukaan bioskop di wilayah Jakarta yang rencananya dibuka pada 29 Juli 2020 mendatang.

Anies juga telah memperpanjang periode kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 14 hari kedepan.

"Karena itu kami memperpanjang fase satu sampai dua pekan ke depan, sampai kita bisa beralih ke fase kedua," jelas Anies, Kamis kemarin (16/7).

Perlu diketahui, dilansir dari data tim Gugus Tugas Nasional hingga saat ini, DKI Jakarta merupakan wilayah dengan jumlah kasus terbanyak secara nasional yakni mencapai 15.466 orang. Sementara jumlah pasien positif virus Covid-19 secara nasional mencapai 81.668 kasus.

Adapun selain bioskop, Anies juga menunda pembukaan tempat hiburan indoor lainnya di wilayah Jakarta.

"Kami tunda sampai tren Covid-19 DKI mulai membaik," tandasnya.

Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Gabungan Pengelola Bioskop di Seluruh Indonesia (GPBSI) Djoni Syafruddin mengatakan dapat memaklumi kebijakan Pemprov DKI Jakarta tersebut.

"Saya yakin itu keputusan terbaik. Kita juga maklum pemerintah daerah juga udah mati-matian itu harus kita apresiasi terlepas itu bisa atau tidak," ujar nya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Jumat pagi (17/7).

"Pembukaan bioskop sebelumnya juga kita ulur hingga akhir Juli untuk lihat situasi, kita takut Jakarta ini tambah parah. Ternyata betul kan Jakarta parah," pungkas Djoni.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →