Jokowi Minta Anak Buahnya Cari Sumber Alternatif Pembiayaan Lain Danai Proyek Tol Trans Sumatera

Oleh : Ridwan | Selasa, 07 Juli 2020 - 14:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk memastikan proyek tol Trans Sumatera mendapatkan pendanaan dari investor.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatasxdi Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7/2020).

"Saya minta ada terobosan sumber-sumber pembiayaan alternatif untuk mengurangi beban ekuitas dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan juga tidak tergantung dari APBN. Ini yang harus digarisbawahi," kata Jokowi.

Dijelaskan Presiden, tol Trans Sumatera sepanjang sekitar 2.700 kilometer yang juga masuk ke dalam proyek strategis nasional akan mampu mendongkrak ekononi nasional.

"Oleh karenanya, proyek tersebut harus bisa terakselerasi, sehingga manfaatnya dongkrak ekonomi nasional segera bisa dirasakan," jelasnya.

Jokowi juga menyampaikan kendala terhadap pembangunan tol Trans Sumatera dan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Jawa Barat. Menurut temuan dia di lapangan, lagi-lagi kendala pembangunan karena pembebasan lahan.

"Saya melihat ada proses pembebasan lahan yang terhambat, kemudian pengembalian dana talangan tanah juga terhambat karena urusan administrasi. Coba nanti saya ingin dengar masalah ini dan ini agar segera diselesaikan terutama Kementerian ATR/BPN," terang Jokowi

Presiden meyakini kedua proyek tol tersebut bisa signifikan mendongkrak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah sekitarnya. Karena itu, permasalah-permasalahan yang menghambat harus segera diselesaikan.

"Sehingga di sana akan ada efisiensi, waktu tempuh dan bisa meningkatkan multiplier effect 2-3 kali lipat terhadap PDB. Ini saya minta segera diselesaikan, dirampungkan semuanya," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →