Anggaran Riset Vaksin Covid-19 Dipotong, Alex Noerdin: Sadis! Kalau Vaksin Ketemu yang Motong Jangan Dikasih

Oleh : Nata Kesuma | Sabtu, 27 Juni 2020 - 17:07 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta -  Sangat miris pos anggaran riset untuk menemukan vaksin Corona (Covid-19) harus dipotong. Alokasi anggaran untuk vaksin Covid-19 sebesar Rp 35 miliar dipotong sebesar Rp 1,4 miliar. Pos anggaran tersebut berada di Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) yang kini sedang dibahas di Komisi VII DPR RI.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin mengungkapkan kekecewaannya itu atas pemotongan anggaran riset untuk vaksin Covid-19. 

“Tega-teganya motong anggaran riset corona. Sudah kecil dipotong pula. Padahal, itu sangat penting,” tegas Alex dalam rapat dengan Sekretaris Menteri Riset dan Teknologi, Jumat (26/6/0). 

Kemenristek memang mendapat mandat riset untuk menemukan vaksin Covid-19. Namun, profil anggarannya tak ideal untuk melakukan riset. 

"Saya sangat miris melihat profil anggarannya. Tega-teģanya yang motong ini. Sudah kecil dipotong pula. Padahal Riset itu sangat penting untuk 270 juta rakyat Indonesia," keluhnya. 

Dalam kondisi refocussing anggaran RAPBN 2021, mungkin pos-pos anggaran di kementerian lain yang tidak penting bisa dialihkan ke dana riset. 

Apalagi ini riset untuk vaksin corona. Secara keseluruhan, anggaran Kemenristek sendiri sebesar Rp 2,7 triliun. Kemudian mendapat pemotongan hampir Rp 1 triliun.

“Harusnya Ristek mendapat tambahan anggaran. Sadis sekali, siapa yang motong ini? Sampai hati memotong Rp 1,4 miliar," ucapnya. 

"Ristek sedang mati-matian menemukan vaksin untuk kita semua. Nanti kalau vaksin itu ditemukan yang motong anggaran ini jangan dikasih," pungkas Alex.

Nata Kesuma

Redaksi

Nata Kesuma adalah seorang jurnalis dan penulis yang berbasis di Indonesia. Dengan rekam jejak karier lebih dari enam tahun di Industry.co.id, ia telah menghasilkan lebih banyak artikel dengan total jangkauan jutaan pembaca. Spesialisasinya mencakup politik nasional, kebijakan pemerintah, industri manufaktur, serta sektor keuangan dan energi. Nata dikenal dengan gaya penulisan yang informatif dan tajam, kerap mengangkat topik-topik strategis seperti hilirisasi industri, kebijakan ekonomi pemerintah, serta perkembangan kawasan industri Jababeka. Selain dunia jurnalisme, ia juga aktif sebagai kreator digital yang memproduksi konten-konten evergreen seputar pendidikan, UMKM, dan gaya hidup.

Lihat semua artikel →