Ngeri! Mantan Menteri Keuangan Ini Sebut Serapan Tenaga Kerja Manusia Bakal Semakin Minim

Oleh : Ridwan | Sabtu, 27 Juni 2020 - 14:45 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Penggunaan teknologi dalam proses produksi atau jasa diprediksi akan menjadi pilihan utama bagi para pemodal di tengah fase new normal pandemi covid-19.

Diprediksi banyak sektor usaha melakukan penyesuaian dalam penggunaan tenaga kerja manusia sehingga persoalan kesempatan lapangan kerja terutama di sektor padat karya dan pendapatan jadi isu beberapa bulan ke depan.

"Yang harus diantisipasi, mungkin nanti dunia usaha akan melakukan adjustment di dalam new normal, salah satunya adalah teknologi," ujar Ekonom Chatib Basri, kemarin.

Ia menambahkan, bisnis ke depan bakal menjadi semakin minim tenaga kerja manusia. Sebab, bila terlalu banyak tenaga kerja maka akan menambah risiko penularan Covid-19. 

"Dia akan menggunakan mesin, sehingga nanti return yang paling tinggi datang ke kelompok pemilik modal atau pengusaha," katanya.

Penggunaan tenaga kerja manusia akan mengalami penurunan. Kondisi ini menurutnya bisa terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

"Jadi beberapa bulan ke depan kita akan melihat bahwa isu ketimpangan pendapatan akan muncul karena ada upaya less labour intensive, lebih banyak menggunakan teknologi, lebih banyak menggunakan capital," katanya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →