Asiik, Industri dan UMKM Bakal Menikmati Kucuran Dana PEN Senilai Rp30 Triliun, Erick Thohir: Asal Memenuhi Dua Syarat...

Oleh : Candra Mata | Kamis, 25 Juni 2020 - 09:26 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah pusat akhirnya memutuskan menempatkan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp30 triliun di bank-bank BUMN untuk mendukung sektor riil yakni UMKM dan industri yang terdampak Covid-19.

“Kami tidak berpikir untuk diri sendiri, bahwa dipastikan apa yang kita lakukan selama ini selalu memastikan dunia usaha dapat bergulir kembali,” ucap Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Rabu kemarin. 

Erick Thohir bahkan menjamin penempatan dana pemerintah di Bank BUMN tersebut bakal disalurkan kepada UMKM dan industri yang bergerak di sektor padat karya.

Namun demikian, menurut Erick Thohir ada dua syarat yang harus dipenuhi oleh industri atau UMKM untuk mendapat dana PEN  tersebut. 

“Asalkan sesuai dengan catatan Presiden Joko Widodo, satu mempunyai rekam jejak baik di perbankan dan kedua merupakan industri padat karya,” ujar Erick.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan alasan menempatkan Rp30 triliun di bank-bank BUMN untuk mendorong sektor riil sehingga dapat mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional. 

Menurutnya, kebijakan dana PEN tersebut akan dievaluasi setiap tiga bulan. Jika kebijakan ini efektif, bukan tidak mungkin, pemerintah akan meningkatkan penempatan dana PEN di Bank Umum.

“Presiden meminta kami untuk melakukan berbagai persiapan apabila ini betul-betul bisa mendorong, kita bisa meningkatkan dana yang ditempatkan di bank umum terutama bank umum yang sehat yang memiliki kemampuan mendorong sektor riil,” ujar Sri Mulyani.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →