Alamak...Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Bertambah 42,8%, Realisasi Pajak Minus 10,8%

Oleh : Candra Mata | Rabu, 17 Juni 2020 - 16:20 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Keuangan telah mencatatkan defisit APBN hingga Mei 2020 bertambah 42,8% dibanding periode yang sama tahun lalu. Realisasi defisit yang cukup tinggi, diakibatkan penerimaan pajak yang turun hingga 10,8%.

Hingga akhir Mei 2020, Kementerian Keuangan mencatat defisit anggaran pendapatan dan belanja negara telah mencapai Rp179,6 triliun atau 1,1% terhadap produk domestik bruto.

Dengan demikian, maka defisit APBN sudah bertambah 42,8% secara tahunan. Sedangkan realisasi defisit tersebut sudah mencapai 21,1% dari target perubahan yang sebesar Rp852,9 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, bahwa defisit terjadi karena pendapatan negara pada bulan lalu terkontraksi hingga 9% atau hanya mencapai Rp664,3 triliun.

“Untuk penerimaan perpajakan, terdiri dari penerimaan pajak Rp444,6 triliun atau turun 10,8% dan penerimaan Bea dan Cukai Rp81,7 triliun yang masih tumbuh 12,4%,” jelasnya dalam video confrence dilansir dari IDX Rabu (17/6).

Sementara itu, ditambahkan Sri Mulyani, untuk realisasi belanja negara tercatat Rp843,9 triliun atau turun 1,4%. 

Dengan demikian, keseimbangan primer tercatat negatif Rp33,9 triliun. Dengan adanya defisit anggaran, realisasi pembiayaan anggaran telah mencapai Rp356,1 triliun atau naik Rp122,6%.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →