Perkuat APBN, Pemerintah Cari Pinjaman 8 Miliar Dolar AS ke ADB, IDB dan World Bank

Oleh : Candra Mata | Rabu, 17 Juni 2020 - 14:46 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah saat ini memastikan strategi pembiayaan APBN akan tetap dinamis menyikapi situasi global yang masih penuh ketidakpastian. 

Demi menugurangi resiko penerbitan utang, Kementerian Keuangan juga akan menyerap pembiayaan multilateral dari berbagai lembaga keuangan internasional.

Hal ini dilakukan demi memperkuat strategi pembiayaan APBN dan memperkecil resiko penerbitan utang. 

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman menjelaskan salah satu upaya mencegah resiko pembiayaan ialah penggunaan pinjaman multilateral dan bilateral ke lembaga keuangan internasional.

“Saat ini pihak kami telah meningkatkan kerjasama pembiayaan kepada World Bank, Asian Development Bank, Islamic Development Bank dan lainnya dengan target pinjaman 7 hingga 8 miliar dolar,” jelas Luky di Jakarta, seperti dilansir dari laman IDX Rabu (17/6) .

Selain pembiayaan multilateral dan bilateral, Kementerian Keuangan akan memanfaatkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) di dalam negeri. Penerbitan Surat Utang Negara hingga global bond, juga di targetkan untuk memenuhi pembiayaan APBN.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →