Rehat Tengah Hari, IHSG Ditutup Mendatar di Posisi 5.644

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 11 April 2017 - 13:24 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup relatif mendatar pada posisi 5.644,90 pada rehat tengah hari Selasa (11/04/2017) ini dibandingkan dengan posisi pada penutupan satu hari sebelumnya di level 5.644,30.

Hingga sesi penutupan pada rehat tengah hari ini, sebanyak 160 saham mengalami kenaikan harga. Sedangkan harga 297 saham turun, 124 saham stagnan dan 161 saham tidak ditransaksikan samasekali.

Total nilai transaksi perdagangan pada sesi pertama hari ini tercatat sebesar Rp3,678 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 7,418 miliar unit saham. Adapun investor asing melakukan aksi jual saham bersih (net selling) sebesar Rp87 miliar, tetapi volume pembelian bersih saham (net buying volume) sebanyak 55 juta unit saham.

Hanya 5 dari 10 indeks sektoral di BEI yang menghijau. Indeks sektor properti mengalami kenaikan tertinggi, yakni sebesar 1,16%, atau 5,66 poin, ke posisi 495. Kemudian disusul oleh indeks sektor infrastruktur dan sektor pertambangan yang masing-masing meningkat 1,03% dan 0,52%. Sementara indeks sektor keuangan mengalami penurunan tertinggi, yaitu sebesar 0,29%, atau 2,61 poin, ke posisi 888.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang harganya melesat Rp30, atau Rp5.6%, menjadi Rp570 per unit, saham PT PP Properti Tbk (PPRO) yang harganya naik Rp130, atau 4,3%, menjadi Rp3.170 per unit dan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) yang harganya terangkat Rp5, atau 3,8%, menjadi Rp137 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang harganya tergerus Rp40, atau 2,2%, menjadi Rp1.785 per unit, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang harganya turun Rp200, atau 1,7%, menjadi Rp11.850 per unit dan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang harganya terpangkas Rp1.075, atau 1,6%, menjadi Rp65.925 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →