Bell Boeing Serah Terima Pesawat V-22 Osprey Tiltrotor yang ke-400

Oleh : Herry Barus | Minggu, 14 Juni 2020 - 11:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - AS— Bell Boeing V-22 telah melakukan serah terima pesawat yang ke-400, yaitu pesawat CV-22 kepada Komando Operasi Khusus Angkatan Udara Amerika Serikat. Produksi pertama pesawat V-22 telah diserahkan pada tanggal 24 Mei 1999, dan serah terima pada hari ini merupakan bagian dari kontrak Pengadaan III Tahun Jamak (multi year) senilai $5 milyar. Perjanjian yang berlaku hingga tahun 2024, mencakup varian pesawat untuk korps Marinir, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut, serta pesawat untuk pelanggan internasional pertama, Jepang.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung keberhasilan V-22 melalui kerja keras dan dedikasinya dalam mengoperasikan Osprey,” kata Shane Openshaw, wakil presiden ProgramTiltrotor dan deputi direktur tim Bell Boeing dalam siaran persnya Minggu (14/5/2020) . “Kami fokus untuk membangun dan mendukung pesawat terbangyang luar biasa ini supaya pelanggan kami dapat melaksanakan misi militer udara, darat, dan laut mereka di seluruh dunia.”

Pesawat V-22 lepas landas, terbang, dan mendarat seperti layaknya helikopter namun dapat menempuh jarak jauh seperti pesawat turboprop. Pesawat jenis CV-22 dapat melaksanakan misi operasi militer khusus, termasuk infliltrasi, penjemputan pasukan, dan melakukan mengirimkan pasokan yang tidak dapat dilakukan pesawat terbang konvensional.

Varian pesawat untuk Korps Marinir, pesawat MV-22B, menyediakan transportasi personel, pasokan, dan peralatan tempur, dukungan serangan, dan armada logistik. Varian pesawat untuk Angkatan Laut, pesawat CMV-22B, merupakan pengganti pesawat C-2A Greyhound untuk misi angkut logistic kapal induk.

“Sudah lebih dari 20 tahun sejak produksi pertama pesawat V-22 diserahkan dan kami bangga dapat mencapai tonggak bersejarah baru dengan serah terima pesawat yang ke-400. Permintaan terhadap pesawat V-22 tetap tinggi, untuk melindungi negara kita dan para negara sekutu di seluruh dunia melalui operasi tempur, kemitraan pelatihan internasional, dan misi-misi kemanusiaan,” kata Kolonel Matthew Kelly dari Korps Marinir, manajer program untuk Program Bersama V-22 (PMA-275). “Dampak platform ini tidak tertandingi.”

Pesawat V-22 ini telah dikerahkan dalam berbagai pertempuran, operasi khusus, dan tugas kemanusiaan sejak mulai operasional pada tahun 2007. Dengan akumulasi lebih dari 500.000 jam terbang, pesawat V-22 adalah pesawat yang aman, melindungi nyawa, dan teruji dalam pertempuran. Dukungan pasca serah terima Boeing mencakup pemeliharaan yang komprehensif, modifikasi dan dukungan rantai pasok, analisis data yang inovatif dan lebih dari 160 karyawan operasional lapangan yang ditugaskan di lokasi-lokasi pengguna.

Herry Barus Lihat semua artikel →