Dokter Cantik Reisa Didapuk Jadi Juru Bicara Covid-19, Netizen: Nah Gini, Jadi Semangat Nonton Berita

Oleh : Candra Mata | Selasa, 09 Juni 2020 - 10:34 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Juru bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 dr. Achmad Yurianto memperkenalkan kepublik anggota tim baru gugus tugas yakni Dokter Reisa Broto Asmoro. 

"Dokter Reisa Broto Asmoro kini masuk ke dalam tim komunikasi gugus tugas Covid-19. ujar Yurianto Senin kemarin (8/6). 

Dalam penampilan perdananya, dokter berparas cantik tersebut menyampaikan informasi mengenai target peningkatan pemeriksaan 20 ribu sepesimen oleh Pemerintah. 

Selain itu dokter Reisa juga menekankan bahwa Pemerintah akan agresif dalam melakukan tracing dalam rangka percepatan penanganan virus covid-19. 

Namun, kemunculan Dokter Reisa Broto Asmoro menyampaikan informasi kepublik terkait update perkembangan covid-19 menyedot banyak perhatian dan komentar dari khalayak di linimasa jagat sosial media. 

Seperti cuitan pujian dari akun  @har_yantiwawa yang mengatakan Dokter Reisa Broto Asmoro cocok menjadi jubir Covid-19.

''Nah gini harusnya jubirnya yang ngerti tentang kesehatan,'' sebutnya. 

Reaksi serupa juga dituliskan oleh akun @rimaamaliarizky yang mengatakan kehadiran Dokter cantik tersebut membuat semangat untuk menonton informasi Covid-19.

''Jadi semangat lagi nonton berita ," ungkapnya. 

Perlu diketahui, Dokter Reisa sendiri lahir di Malang, 28 Desember 1985. Ia adalah mantan Puteri Indonesia tahun 2010.

Selain menjadi Dokter, Reisa dikenal juga telah lama menekuni dunia modeling.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →