IHSG Ditutup Turun ke Posisi 5.644

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 10 April 2017 - 19:07 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 9 poin, atau 0,2%, ke posisi 5.644,30 di sesi terakhir perdagangan Senin (10/04/2017) dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level 5.653,49.

Penurunan itu disebabkan oleh penurunan harga 314 saham pada transaksi perdagangan hari ini. Meski demikian, masih tercatat sebanyak 153 saham mengalami kenaikan harga, 114 saham stagnan dan 135 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp7,564 triliun dengan volume transaksi sebanyak 10,916 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi beli saham bersih (net buying) sebesar Rp897 miliar dengan volume transaksi sebanyak 1,571 miliar unit saham.

Tujuh dari 10 indeks sektoral BEI turun. Indeks sektor agrikultur mengalami penurunan terbesar, yaitu 1,72%, atau 32,37 poin, ke posisi 1.851. Kemudian diikuti oleh indeks sektor properti dan indeks sektor pertambangan yang masing-masing tergerus 1,18% dan 0,76%. Sementara itu, indeks sektor aneka industri mengalami kenaikan terbesar, yaitu sebesar 0,72%, atau 10,51 poin, ke posisi 1.463.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang harganya melesat Rp100, atau 3,1%, menjadi Rp3.300 per unit, harga saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang harganya naik Rp35, atau 2,7%, menjadi Rp1.350 per unit dan saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang harganya meningkat Rp225, atau 1,7%, menjadi Rp13.475 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang harganya tergerus Rp50, atau 8,5%, menjadi Rp540 per unit, saham PT Hanson International Tbk (MYRX) yang harganya susut Rp6, atau 4,3%, menjadi Rp132 per unit dan saham PT PP Properti Tbk (PTPP) yang harganya turun Rp120, atau 3,8%, menjadi Rp3.040 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →