Kesempatan Emas Merelokasi Usaha Dari China, CIPS: Lakukan Reformasi Regulasi

Oleh : Candra Mata | Senin, 08 Juni 2020 - 08:21 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Perkembangan situasi di Tiongkok yang penuh ketidakpastian membuat sejumlah perusahaan didunia, termasuk Indonesia dikabarkan akan merelokasi usahanya dari China ke sejumlah negara.

Potensi tersebut disampaikan oleh Ekonom Australian National University dan Anggota Dewan Pengawas Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arianto di Jakarta beberapa waktu lalu. 

“Relokasi kegiatan usaha seperti ini sebenarnya berita baik bagi negara seperti Indonesia. Namun kita bersaing dengan negara-negara seperti Vietnam,” kata Arianto,' kata Arianto. 

Menurutnya, kesempatan emas saat ini untuk merelokasi usaha dari tiongkok perli dibarengi dengan reformasi di bidang industri, perdagangan, serta investasi. 

"Salah satunya lewat penyederhanaan regulasi dan pelonggaran berbagai hambatan," ungkap Arianto. 

Arianto juga memandang, telah terjadi dimana-mana ‘de-China-isasi’

"Banyak perusahaan multinasional memindahkan usaha mereka dari China ke negara lain,” ujarnya. 

Bahkan Jepang, sebutnya, memberi insentif bagi perusahaan mereka untuk melakukan relokasi keluar dari China.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →