Rehat Tengah Hari, IHSG Ditutup Turun ke 5.562

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 10 April 2017 - 12:31 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun tipis ke posisi 5.652,24 pada rehat tengah hari Senin (10/04/2017) dibandingkan posisi pada sesi penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level 5.563,49.

Penurunan IHSG pada rehat tengah hari ini disebabkan oleh penurunan harga 320 saham. Kendati demikian, ada 165 saham yang harganya tercatat meningkat, 96 saham stagnan dan 167 saham tidak ditransaksikan samasekali.

Total nilai transaksi perdagangan di sesi pertama pada hari ini tercatat sebesar Rp3,410 triliun dengan volume transaksi sebanyak 4,861 juta unit. Sementara itu, investor asing melakukan aksi beli bersih saham (net buying) sebesar Rp311 miliar dengan volume transaksi sebanyak 44 juta unit saham.

Delapan dari 10 indeks sektoral BEI mengalami penurunan. Indeks sektor agrikultur mengalami penurunan terbesar, yaitu sebesar 0,54%, atau 10,15 poin, ke posisi 1.873. Kemudian diikuti oleh indeks sektor perdagangan dan sektor pertambangan yang masing-masing tergerus 0,47% dan 0,36%. Sementara itu, indeks sektor keuangan mengalami kenaikan tertinggi, yaitu 0,53%, atau 4,75 poin, ke posisi 897.

 

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers pada sesi pertama perdagangan hari ini adalah saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang harganya naik Rp45, atau 3,4%, menjadi Rp1.360 per unit, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang harganya terangkat Rp40, atau 1,7%, menjadi Rp2.360 per unit dan saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang harganya meningkat Rp10, atau 1,7%, menjadi Rp600 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya tergerus Rp18, atau 4,5%, menjadi Rp386 per unit, saham PT Hanson International Tbk (MYRX) yang harganya susut Rp4, atau 2,9%, menjadi Rp134 per unit dan saham PT Surya Cipta Media Tbk (SCMA) yang harganya turun Rp60, atau 2,1%, menjadi Rp2.810 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →