KPAI Desak Kemendikbud Kaji Ulang Rencana Pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah pada 13 Juli

Oleh : Ridwan | Kamis, 28 Mei 2020 - 11:20 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Jika pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB berakhir, anak-anak kemungkinan akan diminta kembali belajar di sekolah. 

Mengenai hal ini, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Agama intensif mengkaji rencana pembukaan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada 13 Juli 2020.

Jika benar, sekolah kembali dibuka dalam waktu dekat ini, maka, langkah pembukaan sekolah dikhawatirkan mengancam kesehatan anak karena penyebaran COVID-19 belum usai. Bahkan kasus COVID-19 pada anak di Indonesia cukup besar dibandingkan negara lain.

Retno mengatakan, data Kementerian Kesehatan terdapat sekitar 831 anak yang terinfeksi COVID-19, sebagaimana data 23 Mei 2020. Usia anak yang tertular itu berkisar 0-14 tahun.

"Penularan virus yang mewabah itu terjadi melalui kontak dari orang tua dan keluarga terdekat," ujar Retno dalam keterangannya, (27/5/2020).

Sedangkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada 129 anak meninggal dunia dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Dan yang menyedihkan lagi, 14 anak meninggal dengan status positif COVID-19.

Terdapat 3.400 anak yang dalam perawatan dengan berbagai penyakit. Dari jumlah itu, ada 584 orang terkonfirmasi positif dan 14 orang meninggal dunia.

"Anak-anak tertular itu menunjukkan bukti bahwa rumor COVID-19 tidak menyerang anak-anak, tidak benar," kata Retno.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →