China Disebut Sejumlah Negara Sebagai Dalang Covid-19, Xi Jinping Siap Perang?

Oleh : Krishna Anindyo | Rabu, 27 Mei 2020 - 20:34 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden China, Xi Jinping, menegaskan akan terus meningkatkan kesiapan pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), untuk pertempuran militer. Hal tersebut disampaikannya seminggu setelah mengumumkan kenaikan anggaran pertahanan China.

Saat ini China memiliki anggaran pertahanan mencapai $178,2 miliar, atau setara dengan Rp2.637 triliun per tahunnya, meningkat dari yang sebelumnya sebesar $167 miliar (Rp2.471 triliun).

Dilansir dari Reuters, sikap Xi Jinping atas tudingan sejumlah negara yang menyebut China sebagai dalang pandemi Virus Corona (COVID-19) menjadi penyebabnya.

Melalui peningkatan militer, Jinping ingin memberi peringatan kepada dunia atas tuduhan-tuduhan itu. Sebelumnya, media China Daily menjelaskan bahwa Xi Jinping mendesak Tentara Pembebasan Rakyat China untuk mematuhi semua aturan Partai Komunis China, terkait pembangunan militer, serta strategi dan kebijakan pertahanan.

Sikap Xi Jinping ini adalah fakta lain yang makin mengindikasikan bahwa China siap untuk berperang. China juga mulai menekan jarak kesenjangan kekuatan militer dengan Amerika Serikat (AS).

Saat ini, China juga tengah menghadapi berbagai masalah, seperti konfrontasi dengan India di perbatasan kedua negara. Dalam Times of India melaporkan bahwa India sudah menyiapkan ribuan pasukannya di Lembah Galwan, dekat perbatasan China.

Hal ini dilakukan menyusul konfrontasi antara militer India dan China yang sudah terjadi sebulan terakhir. Selain itu, China juga saling unjuk kekuatan militer di Laut China Selatan dengan AS.

Perdana Menteri China, Li Keqiang, memastikan akan menjadikan armada militer China sebagai yang terkuat di dunia. Meskipun, sejumlah pihak meragukannya terutama AS.

Salah satu Juru Bicara Departemen Pertahanan AS (US Departement of Defense) yang bermarkas di Pentagon, John Supple, menyayangkan sikap China yang tak transparan terkait pengeluaran militernya.

"Perilaku China sangat memprihatinkan. Terutama dengan tidak adanya tranparansi yang lebih besar dalam hal pengeluaran militer dan maksud di balik tindakan itu," ujar Supple. Rabu (27/5/2020).

Selain itu China juga dirundung masalah terkait pencaplokan Taiwan, hingga kontroversi RUU Ekstradisi dengan Hong Kong. Dunia kini menantikan langkah yang akan diambil oleh China selanjutnya dibalik kenaikan anggaran dan pengerahan militer berskala besar oleh China.

Krishna Anindyo Lihat semua artikel →