Sambut New Normal...Presiden Jokowi Didampingi Gubernur Anies Minta Masyarakat Tetap Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan
INDUSTRY co.id - Jakarta, Dalam menyambut kehidupan normal yang baru (New Normal), Presiden Joko Widodo berharap masyarakat tetap berperilaku menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
”Akan digelar di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota mulai hari ini, sehingga kita harapkan kedisiplinan yang kuat dari masyarakat akan semakin terjaga,” tegas Jokowi saat menyampaikan di depan halte MRT, Jakarta, Selasa (26/5).
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga meminta aparat keamanan TNI dan Polri melakukan persiapan secara masif di seluruh wilayah tersebut.
Sementara itu Gbernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang turut mendampingi mengatakan, perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi DKI Jakarta hingga 4 Juni 2020 mendatang, menjadi fase penentu masa transisi menuju kenormalan baru atau New Normal.
"Perpanjangan ini adalah masa menentukan. Mengapa? Karena bila, di hari-hari ini, penularan di Jakarta menurun, angka kasus baru menurun, kemudian yang biasa digunakan oleh para ahli epidemiologi yang disebut reproduction number, angkanya sekarang di Jakarta sekitar 1, bisa turun di bawah 1,” jelas Anies.
Namun jika ternyata penambahan kasus COVID-19 justru meningkat, maka Anies menyampaikan akan mengambil langkah untuk kembali ke awal atau memperpanjang PSBB.
"Tetapi, bila tidak disiplin menggunakan masker, tidak disiplin mencuci tangan, tidak sesuai protokol kesehatan dan angka nya semakin meningkat maka ada potensi kita harus memperpanjang seakan mengulang proses yang kita kerjakan kemarin (PSBB). Ini yang sudah kita kerjakan di Jakarta,” kata Anies.
Adapun, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut, obyek pendisiplinan protokol kesehatan akan dilakukan di tempat lalu lintas orang, seperti sarana transportasi massal, pasar, mal, tempat pariwisata dan lain sebagainya.
"Ada 1.800 obyek yang akan kita laksanakan pendisiplinan PSBB," ungkap Panglima TNI.
Lebih lanjut, Panglima TNI mengatakan, pada tahap pertama aparat akan melaksanakan pendisiplinan di Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo.
"Mudah-mudahan tahap pertama bisa berjalan baik akan kita atur mal yang kapasitas 1000 akan kita izinkan 500 saja dan kita awasi," katanya.
Hadi Tjahjanto menambahkan, personel yang akan diterjunkan berjumlah 340 ribu orang. Mereka akan menjangkau 1.800 titik di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota.
"Saya mohon dukungan untuk berhasilnya pelaksanaan pendisiplinan protokol tersebut mudah-mudahan 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota itu nantinya R0 (r naught) nya bisa turun sampai 0,7 atau yang lebih bagus," tandas Panglima TNI.