Jokowi Ijinkan Pulau Reklamasi C, D, G, dan N Dibangun, DPR: Perhatikan Nasib Nelayan

Oleh : Candra Mata | Rabu, 13 Mei 2020 - 17:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Belum lama ini, Presiden Joko Widodo telah mengizinkan pembangunan empat pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta. 

Empat pulau itu adalah Pulau C, D, G, dan N. Perizinan pembangunan di empat pulau reklamasi itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Puncak dan Cianjur.

Menanggapi kebijakan tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Djohan meminta Pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan dampak pembangunan Pulau C, D, G, dan N di Jakarta terhadap keberlangsungan hidup nelayan.

Selain itu, Pemerintah juga diminta untuk memperhitungkan analisis dampak lingkungan yang pernah bermasalah terkait pulau reklamasi tersebut.

"Kita berharap Presiden memutuskan (pembangunan 4 pulau reklamasi) itu setelah melalui kajian yang mendalam dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Yang utama adalah pembangunan harus berkelanjutan secara sosial, lingkungan, dan ekonomi,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dalam siaran persnya, Selasa (12/5).

Daniel mengatakan, Pemerintah harus mempertimbangkan dampak yang timbul akibat pembangunan tersebut seperti nasib para nelayan dan lingkungan hidup yang akan terdampak. 

"Terkait dengan posisi pulau yang diizinkan untuk pembangunan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 81 Perpres tersebut harus benar-benar memperhitungkan dampak yang akan ditimbulkan dari pembangunan ini, termasuk nasib nelayan dan dampak lingkungan sekitar pantai utara Jakarta,” pesan Daniel.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →