Nekat Datang, Puluhan Pemudik di Kampung Rambutan Dipaksa Balik Lagi

Oleh : Ridwan | Sabtu, 25 April 2020 - 16:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (24/4/2020) resmi ditutup sementara. Penutupan itu terkait larangan mudik lebaran 2020.

Meski begitu, masih saja ada sejumlah penumpang yang nekat masih berada di area sekitar terminal Kampung Rambutan. Mereka bertujuan ingin mudik ke kampung halaman.

Pemudik yang masih bertahan pun mendapat imbauan untuk meninggalkan lokasi area Terminal Kampung Rambutan, melalui pengeras suara oleh petugas.

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Made John menyebut penumpang yang hari ini datang, kebanyakan tak mengetahui sudah diberlakukan penghentian sementara operasional bus ke luar kota.

"Tadi memang ada yang datang berapa penumpang. Memang mereka katanya tidak tahu. Dan kami telah arahkan bisa memaklumi kembali ke rumah masing-masing," kata Made.

Selain itu, ada yang beberapa penumpang yang memang mengetahui, akan adanya pemberlakuan pelarangan mudik. Namun, banyak penumpang mengaku tak tahu bahwa telah berlaku hari ini.

"Iya, ada yang tahu ada larangan mudik. Tapi, mereka nggak tau kalau sudah berlaku hari ini. Mereka pun mengerti ya pulang lagi," ujar dia.

Diketahui, mulai Jumat hari ini aturan larangan mudik resmi diberlakukan. Sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo, larangan mudik bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Pelarangan tersebut berlaku hingga 31 Mei 2020 mendatang bagi angkutan darat. Lalu untuk angkutan kereta api hingga 15 Juni 2020. (Suara.com)

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →