Darurat Covid-19, Menag Fachrul Razi: Jagan Mudik

Oleh : Candra Mata | Rabu, 22 April 2020 - 08:07 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Agama Fachrul Razi meminta masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman dalam kondisi darurat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini. 

Hal ini disampaikan Menag usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo melalui konferensi video. 

“Jadi ya, kita tetap melaksanakan puasa wajib dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan kita. Tapi kita di rumah saja, nggak usah mudik,” kata Menag melalui konferensi video, Selasa (21/04). 

“Karena mudik itu, selalu kita garis  bawahi, mudharatnya lebih banyak di situasi saat ini,” imbuh Menag. 

Menag mengemukakan, pada situasi darurat Covid-19, mudik secara tidak langsung dapat menjadi sarana penyebaran virus tersebut. 

“Jika kita mudik, tanpa kita sadari membawa benih-benih virus ke kampung. Di kampung juga kita harus diisolasi. Mudharatnya lebih banyak dari manfaatnya,” papar Menag. 

Sebelumnya, saat membuka rapat terbatas, Presiden Jokowi menetapkan larangan mudik bagi seluruh masyarakat perantauan ke kampung halaman masing-masing. 

“Kemenag setuju sekali dengan keputusan ini. Penetapan larangan mudik ini ditetapkan pemerintah akan mulai diberlakukan sejak awal Ramadan,” kata Menag. 

Menag berharap, larangan mudik ini tidak mengganggu kegairahan beribadah di bulan Ramadan.

”Jangan siap-siap pulang ke kampung. Kita siap-siap saja berbuka puasa, makan sahur, tarawih, tadarus, di rumah saja. Ke.menag mendukung sekali pelarangan (mudik) dilakukan awal ramadan. Mudah-mudahan tidak mengurangi semangat dan kegairahan di bulan Ramadan,” tutup Menag. 

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →