Sebanyak 758 Wartawan Jalani Rapid Test Covid-19 Secara Drive Thru

Oleh : Nata Kesuma | Sabtu, 11 April 2020 - 21:12 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.idJakarta, Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti menyatakan, tercatat sebanyak 758 pekerja media terdaftar dalam tes cepat yang digelar Kementerian Kominfo dan Halodoc.

"Hari ini pelaksanaannya mulai pukul 09.00 s.d. 16.00 WIB. Ada 758 pekerja media yang mendaftar dan yang telah datang melakukan rapid test sebanyak 350 orang. Semua kita layani dengan cara drive thru," ujarnya beberapa waktu lalu di Jakarta. 

Menurut Sekjen Kementerian Kominfo, layanan pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi Halodoc. 

Selanjutnya pemeriksaan juga dilakukan oleh tim Halodoc. 

Dalam pemeriksaan, peserta tidak perlu turun dari kendaraan pribadi masing-masing.

"Hasil pemeriksaaan kemudian akan diberitahukan melalui aplikasi," tambah Sekjen Niken.

Selain bagi pekerja media, Kementerian Kominfo juga menggelar rapid test bagi pegawai Kementerian Kominfo. 

Sebanyak 994 pegawai telah mengikuti tes cepat tersebut. Jika ditotal dengan pekerja media, maka tes cepat telah diikuti oleh 1344 orang dalam tiga hari terakhir.

Perlu diketahui, tes cepat Covid-19 merupakan metode pemeriksaan untuk melacak infeksi virus SARS-CoV-2 dengan mengambil sampel darah. 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan bahwa rapid test tidak diarahkan untuk menegakkan diagnosa karena rapid test yang kita gunakan adalah rapid test yang berbasis pada respon imunologi. 

“Kita tahu kalau virus masuk ke dalam tubuh kita maka tubuh secara otomatis akan membentuk antibodi yang akan kita ukur dan inilah yang kemudian akan dideteksi,” jelasnya.

Nata Kesuma

Redaksi

Nata Kesuma adalah seorang jurnalis dan penulis yang berbasis di Indonesia. Dengan rekam jejak karier lebih dari enam tahun di Industry.co.id, ia telah menghasilkan lebih banyak artikel dengan total jangkauan jutaan pembaca. Spesialisasinya mencakup politik nasional, kebijakan pemerintah, industri manufaktur, serta sektor keuangan dan energi. Nata dikenal dengan gaya penulisan yang informatif dan tajam, kerap mengangkat topik-topik strategis seperti hilirisasi industri, kebijakan ekonomi pemerintah, serta perkembangan kawasan industri Jababeka. Selain dunia jurnalisme, ia juga aktif sebagai kreator digital yang memproduksi konten-konten evergreen seputar pendidikan, UMKM, dan gaya hidup.

Lihat semua artikel →