Pedagang di Pasar Ciracas Geleng Geleng Kepala Karena Sepi Pembeli

Oleh : Kormen Barus | Sabtu, 11 April 2020 - 16:03 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota berdampak pada aktivitas di pasar Jaya. Salah satunya, di kawasan Pasar Ciracas, Jakarta Timur. Industry.co.id  pada Sabtu (11/4/2020) mencoba menelusuri seluruh isi pasar, tampak sepi  pembeli.  Salah satu pasar terbesar di kawasan Jakarta Timur itu sangat berbeda dibanding hari-hari biasanya yang padat dan ramai. Kali ini tampak sepi. Bahkan kendaraan yang terparkir sangat minim.

Salah satu pedagang daging mengatakan, kondisi pasar mulai sepi saat terjadi Korona. “Ini sangat berimbas pada pendapatan kami. Repot kalua begini terus,”ujarnya.

Menurutnya,  setelah lewat pukul 11.00 WIB, siang hari, sudah sangat kurang orang yang berbelanja di pasar. Dagangan pun tentu aja banyak yang tak laku. Karena itu ia berharap wabah Korona ini bisa cepat selesai.

Yanto, pedagang daging ayam juga merasakan demikian. “ Jam 10 masih numpuk dagangan ini. kami sangat khawatir pak kalau begini terus.,”ujarnya sambal geleng geleng kepala.

Pedagang sayur pun demikian. Munawar seorang  tukang sayur mengatakan, untuk mendapatkan sayur juga sulit. “Kita dapat juga sulit. Jualnya juga sudah sepi pembeli. Aturan jaga jarak dan tidak berpergian ke pasar sangat berdampak. “Jadi kalau enggak laku ya udah jadi risiko,” ungkapnya.

Menurutnya, tempe yang ia jual sudah diperkecil ukurannya. Harganya tetap sama Rp 7000 namun ukurannya saja yang diperkecil. “Jadi memang harganya tetap tapi ukurannya saja diperkecil,” pungkasnya.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →