Kendati Belum Punya Kapal LNG, LEAD Tetap Ikut Tender Proyek LNG

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 31 Maret 2017 - 09:27 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kendati belum memiliki kapal pengangkut gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG), PT Logindo Samuderamakmur Tbk (LEAD) akan tetap mengikuti tender proyek infrastruktur dan transportasi LNG pada tahun ini melalui konsorsium dengan sejumlah mitra strategis.

“Jika sudah ada kepastian bahwa konsorsium kami memenangkan tender, barulah manajemen LEAD akan mengusahakan pengadaan kapal bersama mitra usahanya,” ujar Sundap Carulli, Chief Financial Officer LEAD, di Jakarta, Kamis (30/03/2017).

Sundap mengemukakan, investasi yang harus disediakan untuk pengadaan satu unit kapal LNG berkisar antara US$20-40 juta. Perseroan hingga kini belum siap untuk memenuhi kebutuhan investasi tersebut secara mandiri.

“Meski demikian, kami tidak kuatir mengenai kendala modal. Ketika bernegosiasi nanti, kami akan mengedepankan keunggulan kompetitif perseroan sebagai pemain lama di bisnis eksplorasi dan transportasi minyak bumi,” papar Sundap.

Lagipula, demikian Sundap, pemberi proyek juga memahami kalau saat ini tidak ada kapal LNG yang siap beroperasi di Indonesia. Jadi, para pemberi proyek pasti akan memberikan waktu antara 18-24 bulan untuk pendanaan. LEAD tidak memiliki kapal LNG ini karena kapal tersebut berbeda jenis dengan kapal yang dimiliki perseroan saat ini.

“Tetapi, jika perseroan nantinya berhasil memenangkan tender proyek pengangkutan LNG, maka dana belanja modal untuk membiayai pembelian kapal LNG baru akan dialokasikan pada tahun depan,” pungkasnya.***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →