Pengusaha Galau Menanti Kebijakan Lockdown yang Tidak Jelas

Oleh : Ridwan | Minggu, 29 Maret 2020 - 13:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pengusaha serba salah saat menghadapi dilema pekerja yang masih beraktivitas di tengah ancaman corona. Mereka masih mempekerjakan karyawan di pabrik, karena memang soal kebijakan lockdown belum jadi keputusan Presiden Jokowi.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Industri, Johnny Darmawan menanggapi kekhawatiran buruh soal penyebaran virus corona (COVID-19) di tempat kerja.

Hingga saat ini, banyak buruh yang masih bekerja secara langsung di lapangan. Khususnya di sektor industri manufaktur, yang belum bisa mendapat kebijakan bekerja dari rumah (WFH) karena kondisi yang tidak memungkinkan.
 
Menurut Johnny, kondisi saat ini memang serba sulit, bukan hanya terhadap para buruh, namun juga pengusaha.

"Kan gini, lockdown kan belum jelas. Banyak hal yang harus dibicarakan. Jika nanti tidak ada aktivitas produksi, nanti produk yang dibutuhkan masyarakat dari mana? Sementara masyarakat juga membutuhkan, pun supaya ekonomi berputar. Jadi nggak semudah itu. Kan banyak barang yg diproduksi," kata Johnny kdilansir CNBC, kemarin.

Menurutnya, syukur-syukur masih ada kegiatan produksi yang berjalan di tengah keadaan sulit seperti sekarang. Jika tidak ada pemesanan dan pegawai total diliburkan, maka yang menjadi kekhawatiran adalah ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sehingga, terpenting adalah perusahaan mau menerapkan social distancing dengan baik, yakni mengatur jaga jarak minimal sejauh 1 meter. Termasuk menerapkan beragam standar lain, di antaranya penyediaan masker, tempat kerja yang diberi cairan disinfektan serta lainnya.

"Menurut saya ini dilematis, kita mau hasilkan sesuatu, tapi lain pihak ada kerjaan yang nggak bisa pake WFH, nggak bisa. Ini memang ada pro dan kontra, keadaannya sulit," katanya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →