Sempat Dirawat di RSPI, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Ahmad Djuhara Meninggal Dunia

Oleh : Ridwan | Jumat, 27 Maret 2020 - 21:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dunia arsitek Indonesia berduka atas wafatnya Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Ahmad Djuhara. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DKI Jakarta, Moehamad Deni Desvianto.

"(Kabar) wafatnya benar," kata dia kepada detikcom melalui pesan singkat," Jumat (27/3/2020).

Sebelum meninggal dunia, Ahmad sempat dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

"Yang saya tahu beliau terakhir memang dirawat di Sulianti Saroso untuk menjalani test," kata Deni.

Deni pun enggan menyimpulkan apakah mendiang Ahmad dinyatakan positif virus corona atau tidak setelah dirawat di RSPI Sulianti Saroso yang merupakan rumah sakit pusat rujukan pasien virus corona.

"Apakah kena virus Covid? Saya belum dapat kejelasannya," kata Deni.

Informasi dari Deni, Ahmad sempat melakukan dua kali test swab, dan keduanya memiliki hasil negatif corona. Dia mengatakan Ahmad sudah melakukan tes ketiga kalinya, namun menurutnya masih menunggu hasil.

"Hasil swab pertama dan kedua negatif. Dan seharusnya sedang menunggu hasil dari swab ketiga," kata Deni.

Ahmad Djuhara tercatat sebagai Ketua IAI dengan masa tugas 2018-2021. IAI beranggotakan lebih dari 11.000 arsitek yang terdaftar melalui 27 kepengurusan daerah dan 2 kepengurusan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

IAI didirikan secara resmi pada 17 September 1959 di Bandung. Kini usianya organisasi tersebut mencapai 48 tahun.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →