Gawat, Imbas Corona, Lebih dari 3 Juta Orang Terancam Jadi Pengangguran

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 19 Maret 2020 - 14:23 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Resesi virus corona lebih banyak menyebabkan kehilangan pekerjaan pada pekerja yang memiliki upah rendah, produktivitas rendah, dan jam kerja rendah, khususnya di industri jasa.

Selain itu, Bivens juga mengungkapkan, bahwa pekerja di sektor industri jasa ini cenderung memiliki tabungan yang sangat sedikit untuk menghadapi penurunan ekonomi sekarang.

Direktur Riset Economic Policy Institute (EPI), Josh Bivens, dilasir dari CNN Business, menegaskan, mengingat bahwa pekerja di sektor-sektor ini cenderung memiliki tabungan yang sangat sedikit untuk mengatasi penurunan ekonomi, efek riak dari kehilangan pekerjaan putaran pertama cenderung jauh lebih besar," jelas Bivens

Bives mengklaim, tiga juta pekerjaan di Amerika Serikat (AS) bisa hilang pada musim panas akibat dampak ekonomi dari pandemi virus corona. "Pada titik ini, resesi virus corona tidak dapat dihindari. Tetapi respons kebijakan dapat menentukan seberapa dalam resesi itu, berapa lama berlangsung, dan seberapa cepat ekonomi dapat bangkit kembali," kata Direktur Riset EPI, Josh Bivens, dilasir dari CNN Business.

Bivens menambahkan, Respons kebijakan dengan stimulus fiskal yang cukup dapat membantu mengurangi jumlah pekerjaan yang hilang. Namun, stimulus sedang tidak cukup. Bivens mengatakan AS masih bisa membiarkan tiga juta pekerjaan hilang.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →