Blusukan ke Pasar Kramat Jati, Ketum Kadin Temukan Kenaikan Harga Pagan

Oleh : Ridwan | Jumat, 13 Maret 2020 - 08:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menemukan harga beberapa kebutuhan pangan melonjak akibat kondisi perekonomian terkini, khususnya imbas meluasnya penyebaran virus korona (covid-19).

Ketua Kadin Rosan P Roeslani mengatakan demikian usai meninjau ke Pasar Induk Kramat Jati, Kamis (12/3/2020).

Beberapa rempah-rempah khas Indonesia seperti kencur, temulawak, jahe merah, terpantau mengalami kenaikan harga.

Selain itu, harga bawang bombay dan gula juga meningkat dari harga normal, harga masing-masing saat ini menjadi Rp115 ribu per kilogram (kg) dan Rp17 ribu per kg.

"Memang ada satu atau dua yang terhambat, salah satunya gula yang harganya Rp17 ribu per kg," kata Rosan.

Rosan mengatakan untuk pembelian gula di Kramat Jati saat ini juga dibatasi hanya diperbolehkan satu orang membeli satu karung. Stok di induk pun tidak langsung habis dalam satu minggu.

"Pembeli maksimal beli satu karung dan seminggu saja sudah habis. Ini yang harus diantisipasi agar tak bergejolak," ucapnya.

Tak hanya karena kondisi global dan domestik terkait virus korona, menurutnya, kenaikan harga sejumlah bahan pangan itu juga disebabkan karena koordinasi yang kurang antar berbagai kementerian terkait.

"Koordinasi untuk administrasi antarkementerian. Birokrasi ini berhubungan dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian. Tiga ini saja diperbaiki, soalnya kalau di salah satu agak lambat pasti eksekusinya akan lambat juga," jelasnya.

Atas kondisi tersebut, Kadin meminta pemerintah berhati-hati dalam menyampaikan informasi mengenai harga pangan sebab dapat menimbulkan kepanikan pada masyarakat.

"Jangan sampai menimbulkan kerugian di masyarakat," tukasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →