Standard Chartered Luncurkan Nexus sebagai Solusi Industri e-commerce di Indonesia
INDUSTRY.co.id -
Jakarta, Standard Chartered Bank hari ini meluncurkan solusi “Banking as a service” bernama nexus.
Melalui nexus, para pelaku dan platform di ekosistem digital, seperti e-commerce, jejaring sosial, atau perusahaan jasa angkutan berbasis online dapat menawarkan produk-produk perbankan seperti pinjaman, kartu kredit, dan tabungan yang diciptakan bersama dengan Bank ke konsumen mereka menggunakan merek mereka sendiri.
Standard Chartered memulai nexus di Indonesia melalui kerja sama dengan salah satu platform e-commerce besar dan berharap dapat menciptakan bersama serta meluncurkan produk-produk yang dimotori oleh nexus di 2021, bergantung pada persetujuan regulator.
Standard Chartered juga berniat untuk lebih lanjut meluncurkan solusi ini ke negara-negara lain yang memiliki kerangka peraturan yang tepat dan platform digital yang matang di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.
Bill Winters, Group Chief Executive Standard Chartered mengatakan, “nexus adalah suatu hal yang memiliki potensi transformasi bagi Bank dan para nasabah.
Pihaknya akan secara aktif bermitra dengan platform konsumen terkemuka di negara-negara tempat beroperasi untuk memampukan akses mudah ke layanan keuangan ke jutaan konsumen baru dan mereka yang fasih teknologi.
"Kami memulai dengan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk bertumbuh secara digital dan memperluas bisnis kami di negara yang tumbuh dengan pesat ini yang juga merupakan salah satu pasar penting bagi kami,” kata Bill Wanters.
Andrew Chia, CEO Standard Chartered Bank Indonesia, mengatakan, solusi nexus yang baru ini memungkinkan Bank untuk secara efisien mengakusisi dan melayani tidak hanya segmen menengah ke atas.
Tetapi juga segmen pasar massal, termasuk individu dengan akses terbatas ke layanan keuangan yang terjangkau.
"Kemitraan yang unik juga akan berkontribusi terhadap peningkatan inklusi keuangan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, serta mewujudkan janji merek 'Here for good' kami," ujar Andrew.
Solusi “Banking as a Service” ini diinkubasi di SC Ventures yang merupakan divisi inovasi, investasi teknologi finansial dan bisnis ventura dari Standard Chartered.
Ide pengembangan “Banking as a Service” sendiri bermula dari rencana bisnis yang diprakarsai oleh seorang karyawan yang kini memimpin tim yang terdiri dari 100 pengembang, insinyur, dan pengembang bisnis profesional di tiga negara.