Rosan Minta Kadin Sulbar Gali Potensi Baru Sebagai Kawasan Penyangga Ibu Kota Baru

Oleh : Ridwan | Senin, 09 Maret 2020 - 11:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Mamuju - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani menyampaikan bahwa Provinsi Sulawesi Barat harus mengambil peran yang optimal sebagai daerah penyangga calon ibu kota negara baru.

Pasalnya, Kabupaten Mamuju sangat berdekatan dengan wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara yang menjadi kawasan calon ibu kota negara yang baru.

Hal ini disampaikannya saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) ke- IV Kadin Sulbar di Hotel Maleo Town Square (Matos) Mamuju, akhir pekan kemarin 

Menurutnya, Provinsi Sulbar harus menggali berbagai potensi sebagai kawasan penyangga calon ibu kota negara baru Indonesia. Banyak potensi yang bisa dimanfaatkan, seperti kebutuhan bahan bangunan dan infrastruktur harus dioptimalkan.

Rosan juga mengatakan, sinergi antara Pemda dan Kadin serta pemangku kepentingan lainnya, memang sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Senada dengan Rosan, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Pemprov Sulbar, Hamzah mengatakan dalam upaya mendorong pembangunan ekonomi Sulawesi Barat sangat dibutuhkan adanya sinergi antara Pemda dengan Kadin. 

Menurutnya, Sulbar memiliki banyak potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, namun hingga saat ini baru lebih didominasi oleh sektor pertanian, kelautan dan perikanan, serta kehutanan.

Untuk itu, Hamzah berharap, Kadin bersama Pemda serta seluruh komponen yang lainnya, dapat mengawal seluruh potensi SDA yang ada.

Menyambut perpindahan Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara Kaltim, Hamzah juga menyatakan, hal tersebut harus dihadapi bersama oleh Pemda dan Kadin Sulbar dengan mengambil peran dan mempersiapkan diri untuk itu.

"Sulbar akan menjadi penyangga Ibu Kota Negara nantinya. Kita ingin menjadi penyangga yang betul-betul bisa melayani seluruh kebutuhan yang ada di Ibu Kota," pungkasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →