Dasyat, Kurun Waktu 1947-1949, Lebih dari 500 Varians Uang yang Beredar di Seluruh Indonesia
INDUSTRY.co.id, Tangerang, –Buku “ORIDA Oeang Republik Indonesia Daerah 1947-1949” (Buku ORIDA) yang ditulis oleh Suwito Harsono dan Michell Suharli, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, resmi diluncurkan tanggal 02 Maret 2020. Peluncuran buku numismatika itu bertempat di Lake View Café, Gading Serpong – Tangerang, satu kawasan dengan kantor pusat Masyarakat Numismatik Indonesia (MNI).
Keunikan Buku ORIDA merupakan buku yang masuk dalam multi kategori, yaitu: Hobi, Numismatika, Pengetahuan – Ilmu Sosial dan Sejarah. Buku ini berisi gambar, deskripsi dan sejarah singkat tentang uang kertas atau alat tukar lain berbahan kertas yang berlaku di Republik Indonesia dalam kurun waktu 1947-1949.
Lebih dari 500 varians uang dan alat tukar kertas yang beredar di lebih dari 75 daerah di Republik Indonesia dimuat dalam buku dengan lebih dari 451 halaman dan penuh warna. Buku ini merupakan buku pertama yang membahas khusus hanya Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA), buku numismatik pertama di Indonesia yang diterbitkan oleh penerbit umum – Gramedia Pustaka Utama dan buku tentang hobi koleksi uang kuno pertama yang memuat kata sambutan dari Menteri Keuangan, mantan Gubernur Bank Indonesia, Rektor Unika Atma Jaya, Purnawirawan Letnan Jenderal Militer, Tokoh Numismatis Belanda dan Ketua Umum MNI.
Michell Suharli, penulis Buku ORIDA yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai penulis best-seller, membuka acara peluncuran Buku ORIDA dengan penjelasan nilai historis ORIDA dalam perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari upaya kembalinya penjajah Belanda pasca proklamasi kemerdekaan.
Akibat agresi militer Belanda, produksi dan distribusi Oeang Republik Indonesia (ORI) terhenti dan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi mengizinkan daerah-daerah untuk menerbitkan dan mendistribusikan uang atau alat pembayaran lokal. Dalam situasi darurat yang mengancam Kemerdekaan Republik Indonesia saat itu, penerbitan ORIDA mengandung makna tentang eksistensi dan kedaulatan Republik Indonesia. Masyarakat internasional memahami bahwa sebuah negara merdeka memiliki mata uang tersendiri dan pengakuan kedaulatan dari negara lain ketika mata uang sebuah negara memiliki nilai tukar (kurs) terhadap mata uang negara-negara lain.
Suwito Harsono, penulis Buku ORIDA yang merupakan juri internasional dalam bidang filateli, melanjutkannya dengan pemaparan singkat tentang bagaimana penulisan buku ini dimulai hingga selesainya. Beliau juga menguraikan bahwa Bidang Numismatika mendukung perekonomian bangsa dan negara. Numismatika adalah kegiatan atau studi mengumpulkan mata uang, termasuk: koin, token, uang kertas dan benda-benda terkait lain. Numismatika mempelajari, antara lain, sejarah mata uang itu sendiri, cara pembuatan, ciri-ciri, variasi hingga sejarah politik terbentuknya mata uang tersebut.
Buku ORIDA memuat uang daerah yang mengandung banyak hal untuk diteliti dan merefleksikan situasi budaya, ejaan, jenis huruf, pejabat daerah dan hal lain di daerah itu. ORIDA memuat uang dan alat tukar berbahan kertas yang saat ini jumlahnya sudah sangat terbatas, kondisi umumnya tidak bagus lagi dan jarang dikoleksi oleh para numismatis. ORIDA dalam buku ini merupakan heritage dari perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Buku ini mulai ditulis pada saat deklarasi pendirian MNI yaitu 02 Maret 2018, penulisannya selesai bertepatan pada Hari Uang Nasional yakni tanggal 30 Oktober 2019 dan akhirnya mulai dijual umum pada tanggal 02 Maret 2020 atau tepat 3 tahun sejak dimulai. Meski penulisan 3 tahun, namun upaya mengumpulkan uang-uang ini sudah lebih dari 10 tahun, baik di dalam maupun di luar negeri. Fakta menarik bahwa uang-uang daerah banyak disimpan oleh kolektor Belanda dan kondisinya pun masih relatif baik. Negara-negara seperti: Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, China, Belanda, Jerman, Inggris, Australia dan Amerika, pemerintah dan rakyatnya sangat menghargai uang kuno dengan
menyimpannya sangat rapi dan berani membeli dengan harga tinggi. Hal ini terungkap dari kisah istri para penulis ketika diminta kesaksian bagaimana kesungguhan penulis menyusun Buku ORIDA.
Suwito Harsono dan Michell Suharli menutup acara peluncuran Buku ORIDA dengan menegaskan bahwa buku ini merupakan kontribusi moral mereka kepada bangsa dan negara untuk menyambut 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Penulis sangat mendukung pemerintah memperhatikan dan memiliki uang-uang darurat, yang berlaku lokal di daerah masing-masing, dalam Buku ORIDA untuk menjadi referensi nasionalisme generasi penurus bangsa. Kedua penulis juga mendorong pemerintah untuk menerbitkan uang peringatan (commemorative) 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Terakhir sebagai pendiri MNI, kedua penulis berharap pemerintah berperan lebih banyak untuk membangun Bidang Numismatika. Melalui numismatika, pemerintah dapat membangun nasionalisme sampai ke anak-cucu bangsa, memperkuat fundamental ekonomi melalui peningkatan konsumsi dan investasi (karena membelanjakan uangnya untuk memiliki koleksian uang), memajukan ekonomi kreatif dari pengusaha kecil dan menengah (pembuatan album, buku, aksesoris), serta menekan uang beredar karena numismatis lebih suka menyimpan rapi uang di dalam album daripada membelanjakannya.
Kedua penulis menilai kepedulian dan political will pemerintah saat ini nyata untuk memajukan Bidang Numismatika. Salah satu indikatornya adalah pemberian kata sambutan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, yang isinya bermakna dukungan dan pujian terhadap penerbitan Buku ORIDA. Kedua penulis dengan sadar menyatakan bahwa Buku ORIDA adalah langkah kecil numismatis Indonesia untuk memulai gema peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-75!
ANEKA PUJIAN DAN DUKUNGAN YANG DIMUAT DALAM BUKU ORIDA
- “Para pendahulu kita tidak menyerah dengan terhambatnya distribusi uang dan ancaman gangguan keamanan. Mereka bekerja keras menerbitkan Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA) sebagai alat tukar sementara. Begitu kuatnya semangat mereka mempertahankan peredaran rupiah, merupakan suatu amanah dan kehormatan yang harus kita jaga. Momen perjuangan atas simbol kedaulatan negara itu telah diupayakan menjadi utuh dalam Buku ORIDA ini. Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Saudara Suwito Harsono dan Michell Suharli atas usaha menerbitkan Buku ORIDA ini. Dokumetasi ORIDA yang dikumpulkan dengan susah payah tentunya dapat terus menerus meneguhkan semangat patriotik dan cinta tanah air kita, INDONESIA.”
_______ Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia
- “Dari sekelumit cerita tentang perkembangan uang baru yang dapat menyaingi berfungsinya uang yang sampai sekarang dikenal di masyarakat, penerbitan buku kumpulan ORIDA dalam ini menjadi lebih penting lagi untuk mengingatkan kita semua kepada sejarah uang Indonesia, agar tidak menjadi kabur karena semakin beragam dan kompleksnya sifat uang dewasa ini. Buku ini merupakan sumbangan yang besar terhadap pengetahuan masyarakat tentang fungsi uang sebagai piranti moneter, selain sejarah perjuangan pendirian dan pengembangan NKRI yang sangat berguna bagi kita semua.”
____ J. Soedradjad Djiwandono, Gubernur Bank Indonesia 1993-1998
- “Buku ini dapat menjadi referensi penting bagi generasi muda Bangsa Indonesia karena isinya merekam sejarah perjuangan bangsa, khususnya pada masa-masa para pahlawan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari upaya kembalinya tentara penjajah sepanjang tahun 1947-1949, melalui gambar dan deskripsi tentang varians uang yang beredar. Kita paham bahwa uang menjadi simbol kedaulatan sebuah negara yang merdeka. Visualisasi Rupiah, yang diterbitkan secara lokal oleh pemerintahan daerah masa darurat, disusun secara sistematik, mengandung banyak pengetahuan dan mengundang banyak keingintahuan lanjutan.”
_______ A. Prasetyantoko, Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
- “Selaku orang yang memiliki latar belakang militer, saya sangat mengagumi buku ini karena mengungkapkan sesuatu yang selama ini belum pernah dibahas, yakni peranan militer waktu itu dalam mengatasi kelangkaan uang di wilayah wewenangnya. Buku ini wajib dimiliki, tidak saja oleh penggemar numismatika, tetapi juga insan perbankan, para pendidik, serta masyarakat umum dalam rangka meningkatkan patriotisme dan kebanggaan berbangsa dan bernegara.”
_______ Letjen TNI (Purnawirawan) Soeyono, Tokoh Militer Republik Indonesia
(5) “Sebagai organisasi yang menjadi wadah para numismatis di Indonesia, Masyarakat Numismatik Indonesia (MNI) menyambut baik Buku ORIDA yang dapat menambah pengetahuan masyarakat luas tentang dunia numismatik. Saya bangga pada tahun kedua berdirinya MNI, buku ini dapat dihadirkan menjadi salah satu program kerja MNI
dan dieksekusi langsung oleh para pendiri berempat. Saya yakini bahwa Buku ORIDA mampu menjadi inspirasi bagi penerbitan buku-buku numismatika di masa depan.”
_______ Sunardji, Ketua Umum Masyarakat Numismatik Indonesia
(6) “This book is the outstanding accomplishment of the author's in depth knowledge combined with hard work and tremendous effort. Its content will contribute to the Indonesian national heritage which is worthwhile studying, collecting and saving for the generations to come.”
_______ Hans P. van Weeren, Peneliti dan Tokoh Numismatika Belanda