Bank Standard Chartered Bakal Gelontorkan 75 Miliar Dolar AS untuk Proyek Infrastruktur dan Pembangunan Berkelanjutan

Oleh : Candra Mata | Selasa, 25 Februari 2020 - 16:30 WIB

INDUSTRY co.idLondon, Standard Chartered Bank telah mengumumkan target bisnis baru untuk mendukung kliennya beralih ke ekonomi rendah karbon sebagai bagian dari Aspirasi Keberlanjutan. 

Pada akhir tahun 2024, Bank tersebut berkomitmen untuk menyediakan 40 miliar Dolar AS untuk layanan pembiayaan proyek infrastruktur yang mempromosikan pembangunan berkelanjutan. 

Dan 35 miliar Dolar AS untuk layanan pembiayaan proyek, konsultasi merger dan akusisi (M&A) dan layanan restrukturisasi utang untuk proyek energi (surya dan angin) terbarukan dan bersih.

Berdasar pada aspirasi tersebut, Standard Chartered juga bermaksud untuk mengurangi emisinya di seluruh properti globalnya pada tahun 2030. 

Dengan kehadiran yang mencakup 60 negara, termasuk banyak negara besar yang sedang berkembang, Bank akan mencapai emisi bersih nihil/nol dengan hanya menggunakan energi dari sumber yang terbarukan dan terus mengejar langkah-langkah efisiensi energi di properti seluas 1,1 juta meter persegi.

Tracey McDermott, Group Head, Corporate Affairs, Brand & Marketing, mengemukakkan selama 18 bulan terakhir, perseroan telah membuat serangkaian komitmen yang semuanya diarahkan untuk mendukung Perjanjian Paris tentang perubahan iklim dan transisi ke yang ekonomi yang lebih adil, lebih bersih, dan lebih hijau. 

Dikatakan Tracey McDermott,  pihajnya mengetahui bahwa investasi yang dibutuhkan tidak dapat disediakan oleh pemerintah dan LSM saja, sehingga sangat penting bagi investor untuk merangkul Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dengan langkah dan skala yang tepat.

“Kehadiran dan jangkauan usaha kami yang unik memampukan kami berada di posisi yang tepat untuk membantu menyalurkan pendanaan ke tempat yang paling penting. Itulah sebabnya, selain menghentikan dukungan untuk klien yang menghasilkan lebih dari 10% pendapatannya dari batu bara pada tahun 2030. 

"Kami juga memiliki target baru untuk membiayai dan memfasilitasi 35 miliar Dolar AS bagi teknologi bersih dan energi terbarukan, serta 40 miliar Dolar AS untuk infrastruktur berkelanjutan,"

Judy Hsu, CEO Regional untuk Standard Chartered Bank di ASEAN dan Asia Selatan, mengatakan PBB memperkirakan bahwa pasar negara berkembang menghadapi kesenjangan investasi tahunan 2,5 triliun Dolar AS dalam memenuhi SDG. 

Hal ini menurut Judy Hsu adalah tantangan besar dan peluang besar bagi bank dan sektor swasta untuk ambil bagian. 

Saat ini, paparnya hanya 60 persen dari kebutuhan investasi SDG ditangani di negara-negara berkembang, dan bahkan di Afrika hanya tercukupi 10 persen. 

Dengan memanfaatkan jaringan global dan kemampuan lokal, pihaknya berharap dapat mengkatalisasi pembiayaan SDG dan memberikan pembiayaan berkelanjutan ke area-area yang paling penting. 

"Kemampuan kami untuk menyelesaikan masalah di sini akan memiliki dampak luar biasa pada ambisi 2030 kami untuk memenuhi SDG global," pungkas Judy Hsu.